Grup Neraka Mengintai, Herdman Hadapi Ujian Berat di Drawing Piala AFF

- Kamis, 15 Januari 2026 | 09:40 WIB
Grup Neraka Mengintai, Herdman Hadapi Ujian Berat di Drawing Piala AFF

Jakarta, Kamis sore ini (15/1/2026), suasana tegang sudah terasa. Di sebuah studio di Kebon Jeruk, nasib Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 akan ditentukan. Drawing turnamen regional paling bergengsi di Asia Tenggara itu digelar, menandai awal perjalanan panjang skuad Garuda. Dan posisi mereka? Sudah dipastikan di Pot 3. Itu artinya, risiko bertemu raksasa sejak fase grup terbuka lebar.

Ini sekaligus menjadi titik awal era baru. John Herdman, sang pelatih asal Inggris, kini memikul beban ekspektasi yang luar biasa besar. Tugasnya jelas tapi berat: memutus kutukan juara yang sudah membelit Indonesia sejak Piala AFF pertama digelar tiga dekade lalu, tepatnya 1996. Mimpi itu belum pernah terwujud.

Namun begitu, tantangan untuk Herdman datang lebih cepat. Dia harus merancang strategi tanpa mengandalkan sejumlah pemain bintang inti. Alhasil, fokusnya beralih ke pemaksimalan potensi pemain-pemain muda yang diharapkan menjadi tulang punggung tim. Ujian pertama sudah di depan mata.

Posisi di Pot 3 sendiri bukan tanpa alasan. Ini cerminan dari performa mengecewakan di edisi sebelumnya, di mana Indonesia mentok di fase grup. Status di kawasan ASEAN pun turun. Imbasnya, jalan yang harus dilalui di Piala AFF 2026 dipastikan lebih berliku dan penuh duri.

Ancaman "Grup Neraka" dan Ujian Mental

Duduk di Pot 3, skenario terburuk sangat mungkin terjadi. Indonesia berpeluang masuk ke dalam apa yang sering disebut "grup neraka". Bagaimana tidak? Setiap grup akan diisi satu wakil dari Pot 1 dan satu dari Pot 2.

Pot 1 adalah rumah bagi dua raksasa: Thailand dan Vietnam. Sementara di Pot 2, ada rival-rival klasik seperti Malaysia dan Singapura. Bayangkan jika Garuda harus satu grup dengan Malaysia, lalu ditambah Thailand atau Vietnam. Jalur menuju fase gugur langsung berubah jadi medan perang yang menuntut konsistensi dan kedalaman skuad ekstra.

Meski terdengar suram, situasi ini justru bisa jadi batu ujian mental yang sempurna bagi generasi baru Timnas Indonesia. Herdman sendiri dikabarkan terus menekankan pentingnya keberanian dan stabilitas permainan. "Kita harus siap menghadapi siapa pun, kapan pun," kira-kira begitu pesannya.

Di sisi lain, Piala AFF 2026 punya makna khusus. Turnamen ini akan menandai 30 tahun perhelatannya. Dijadwalkan berlangsung Juli hingga Agustus 2026, ajang ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk akhirnya menulis sejarah baru di era kepelatihan Herdman.

Buat para suporter, drawing hari ini adalah momen wajib. Hasilnya akan menjawab rasa penasaran: apakah Garuda langsung dihantam lawan berat sejak awal, atau justru mendapat angin segar untuk lolos dengan lebih mudah.

Ekspektasi tinggi, ditambah posisi yang kurang menguntungkan, membuat Timnas Indonesia memasuki Piala AFF dengan tekanan maksimal. Semua mata kini tertuju pada Herdman dan anak-anak muda di lapangan. Bisakah mereka menunjukkan mental baja dan strategi yang jitu? Jawabannya dimulai dari studio RCTI hari ini pukul 16.00 WIB.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar