Perundungan di kalangan pelajar kembali mencuat setelah aksi kekerasan yang dialami seorang siswa SMA di Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, terekam dan menyebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat dalam kondisi telanjang dada, dikeroyok oleh sejumlah pelajar lain di sebuah gang sempit yang diapit tembok bangunan. Mereka menendang, mencambuk menggunakan ranting pohon, hingga menginjak-injak tubuh korban yang sudah tengkurap dan mengerang kesakitan.
Sedikitnya lima pelajar SMA berdiri di kedua sisi dan bagian depan korban saat aksi penganiayaan itu berlangsung. Korban sempat diperintahkan melakukan gerakan push up sebelum akhirnya diinjak-injak di bagian pinggang, punggung, hingga kepala. Meski korban sudah menunjukkan rasa sakit, para pelaku tidak menghentikan aksinya. Suasana di lokasi kejadian tampak sepi tanpa ada orang lain yang melintas, sehingga peristiwa itu berlangsung tanpa pengawasan dari warga sekitar.
Namun, perundungan tersebut akhirnya diketahui setelah seorang warga melaporkan temuan video itu ke kepolisian. Laporan tersebut mendorong aparat untuk segera mengusut kasus ini. Polisi saat ini tengah menelusuri identitas korban dan para pelaku guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan perundungan di lingkungan pendidikan yang masih menjadi tantangan serius. Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, kasus serupa terus berulang, menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat serta penanaman nilai-nilai empati dan anti-kekerasan di kalangan pelajar.
Artikel Terkait
400 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Amankan Konser Iwan Fals di Stadion Oepoi Kupang
KPK Ungkap Tarif Khusus Percepat Izin Tinggal WNA dalam Kasus Pemerasan Silmy Karim
Persija Jakarta Lepas Tujuh Pemain Asing Sekaligus Jelang Musim Depan
KPK Ungkap Transaksi M-Banking Jadi Celah Awal Pengusutan Izin Tinggal WNA