Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyambut baik penyelenggaraan turnamen biliar internasional Predator - PBC Indonesian International Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026 mendatang. Menurutnya, ajang ini menjadi bukti nyata kontribusi sektor swasta dalam memajukan dunia olahraga di Tanah Air.
Pernyataan itu disampaikan Erick saat menjadi narasumber dalam konferensi pers di MNC Conference Hall iNews Tower, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan olahraga nasional tidak bisa bertumpu semata-mata pada anggaran pemerintah. Dibutuhkan peran aktif dari pihak swasta untuk mempercepat pertumbuhan industri ini.
"Saya tentu sebagai pemerintah dan sebagai Kemenpora mengucapkan terima kasih kalau private sector bisa turut membangun olahraga di Indonesia. Karena berkali-kali saya selalu bilang termasuk di Kemenpora, di semua stakeholder olahraga, bahkan di private sector, bahwa pembangunan olahraga itu tidak mungkin berdasarkan hanya government spending," ujar Erick.
Menurut Erick, pengembangan olahraga di Indonesia berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi. Dukungan dari dunia usaha, ditambah dengan permintaan dari masyarakat, menjadi fondasi utama agar industri olahraga dapat tumbuh. Ia mencontohkan biliar sebagai salah satu cabang yang terus menunjukkan perkembangan dan memiliki basis peminat yang luas.
"Pertumbuhan prestasi olahraga, pertumbuhan industri olahraga itu sama dengan pertumbuhan ekonomi. Harus ada pengeluaran dari pemerintah, harus ada investasi dari swasta, dan juga harus ada keseimbangan dari daya beli masyarakat," tuturnya.
Di sisi lain, Erick menilai turnamen ini menjadi momentum penting bagi para atlet untuk mengukur kemampuan dan kualitas diri. Ajang tersebut, lanjutnya, juga berfungsi sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan karier bagi atlet biliar Indonesia.
"Kepada para atlet ini kesempatan bagus untuk kalian mengukur kualitas kalian. Dan tentu saya berharap tidak hanya mengukur tapi ini kesempatan bagus yang seperti saya bilang sebelumnya bahwa jangan melihat juga menjadi atlet itu sebuah progres kehidupan yang tidak baik," kata Erick.
Ia pun meminta para atlet tidak perlu khawatir terhadap masa depan karier mereka. Pemerintah, menurutnya, terus menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan atlet, terutama bagi mereka yang berasal dari cabang olahraga yang dikelola oleh sektor swasta seperti biliar.
"Career path, don't worry. Sekarang kita lagi coba kok. Bonus besar, involvement private sector, pemerintah juga banyak kompetisi. Ya. Dan tentu atlet tinggal fokus bagaimana berkarir tapi juga ada insurance di pendidikan dan juga nabung," pungkasnya.
Gelaran Predator - PBC Indonesian International Open 2026 menjadi simbol sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan para atlet dalam membangun ekosistem olahraga Indonesia yang berkelanjutan. Ajang ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas dan prestasi atlet biliar nasional di pentas internasional.
Artikel Terkait
Dua Ganda Putra Indonesia Pastikan Tiket Perempat Final Indonesia Open 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Tumbangkan Unggulan 3 Malaysia, Melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2026
Garuda Muda Wajib Menang Telak Lawan Timor Leste demi Jaga Peluang Juara Grup A Piala AFF U-19
Sabar/Reza Tundukkan Ganda Putra China, Lolos ke Perempat Final Indonesia Open 2026