Presiden La Liga Serukan Infantino Mundur, Peringatkan Bahaya Perluasan Piala Dunia

- Selasa, 21 Juli 2026 | 23:00 WIB
Presiden La Liga Serukan Infantino Mundur, Peringatkan Bahaya Perluasan Piala Dunia

Presiden La Liga Javier Tebas menyerukan pengunduran diri Presiden FIFA Gianni Infantino dan memperingatkan bahwa rencana perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim akan menghancurkan industri sepak bola. Kritik tajam itu disampaikan Tebas di tengah kontroversi yang menyelimuti penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport yang terbit Selasa, Tebas mengecam kebijakan FIFA yang dinilainya hanya menguntungkan segelintir pihak. "Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal," ujarnya. Menurut Tebas, kompetisi nasional adalah tulang punggung sepak bola, bukan sekadar turnamen internasional yang berlangsung 40 hari.

"Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia. Kompetisi nasionallah yang mendukung olahraga ini. Kebijakan FIFA menghancurkan industri yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja, hanya untuk sebuah acara yang diikuti sebagian kecil pemain," tegasnya.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 tim, setelah sebelumnya 32 tim sejak 1998. Namun, desas-desus memperluas menjadi 64 tim pada 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko kian santer. Tebas menilai langkah itu tidak bertanggung jawab.

"Kita membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepak bola nasional. Mereka mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," kecamnya.

Selain perluasan turnamen, Tebas juga menyoroti sejumlah masalah dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026, seperti jeda minum yang dipaksakan, masalah visa, dan kontroversi skorsing pemain AS Folarin Balogun. Ia menyebut jeda minum di stadion ber-AC sebagai "kebohongan" dan "jeda untuk iklan".

"Kami memilikinya di La Liga, tetapi hanya saat cuaca sangat panas. Di sini, stadion di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta memiliki pendingin udara saya harus mengenakan sweter di tribun. Itu bohong, jeda untuk iklan," katanya.

Meski kritik mengalir, Infantino diperkirakan akan terpilih kembali untuk masa jabatan keempat pada kongres FIFA Maret mendatang. Tebas menilai Infantino sudah habis masa jabatannya dan harus mundur, tetapi sistem membuatnya sulit digulingkan.

"Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang ingin mencalonkan diri untuk kalah. Inilah sistemnya dan sistem ini sakit dari akarnya," ujarnya.

Tebas juga menyinggung kasus Balogun, yang skorsingnya dibatalkan setelah campur tangan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut kejadian itu "sangat serius" dan beruntung bagi FIFA karena AS tersingkir oleh Belgia di babak 16 besar. "Jika tidak, kasus bisa saja muncul yang bisa membuat Infantino kehilangan pekerjaannya," katanya.

"Karena Belgia menang, mereka berhasil mengubur masalah ini. Tapi hal-hal ini hanyalah puncak gunung es. FIFA mengatur segala sesuatunya sesuai keinginannya, untuk kepentingannya sendiri, tentu bukan untuk sepak bola," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags