FIFA Minta Maaf atas Rencana Gagal Jual Hak Keuntungan Piala Dunia

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB
FIFA Minta Maaf atas Rencana Gagal Jual Hak Keuntungan Piala Dunia

FIFA menyampaikan permintaan maaf resmi terkait kegagalan rencana penjualan sebagian hak keuntungan Piala Dunia yang sempat digagas Presiden Gianni Infantino. Dalam rapat darurat yang digelar di Maroko, para pejabat senior menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Infantino di tengah tekanan yang meningkat.

Badan pengatur sepak bola dunia itu berupaya menunjukkan solidaritas internal setelah rencana kontroversial tersebut memicu kritik dan seruan agar Infantino mundur. Dalam pernyataan resminya, FIFA mengakui adanya kesalahan dalam proses penjualan hak keuntungan melalui anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

"Proses tersebut seharusnya ditangani dengan cara yang berbeda," demikian pengakuan FIFA. Organisasi ini juga telah mengirimkan surat permintaan maaf kepada Dewan FIFA dan asosiasi anggota, berkomitmen untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, yang sebelumnya sempat menjauhkan diri dari rencana tersebut, kini menyatakan dukungannya kepada Infantino. Dalam surel kepada seluruh staf, Grafström menyebut peristiwa seminggu terakhir sebagai rangkaian kejadian yang menyedihkan dan patut disesalkan. FIFA menegaskan bahwa Infantino juga memberikan dukungan balik kepada sekretaris jenderalnya.

Proposal FFE sendiri sudah tidak lagi dipertimbangkan. "Selalu ada pelajaran yang bisa dipetik, dan FIFA akan terus memperbaiki prosesnya berdasarkan pengalaman ini," bunyi pernyataan tersebut.

Meski demikian, belum jelas apakah langkah ini akan meredakan tekanan terhadap Infantino. Sebelumnya pada hari Rabu, asosiasi liga sepak bola Eropa termasuk Premier League, La Liga, dan Serie A menyerukan reformasi tata kelola FIFA. Mereka menyebut proposal FFE sebagai hal yang "berbahaya" dan mengindikasikan kekhawatiran yang lebih mendalam mengenai cara kerja badan pengatur sepak bola dunia tersebut.

Menurut mereka, insiden ini memunculkan pertanyaan serius mengenai tata kelola, budaya internal, dan pengambilan keputusan di FIFA.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags