“Bagian akhir laga lebih tentang bagaimana kami bertahan, bukan menyerang,” jelasnya. “Memiliki Mo di lapangan itu hebat, tapi memintanya bertahan di kotak penalti sendiri selama 20-25 menit? Saya pikir lebih baik ia menghemat tenaga untuk jadwal padat ke depan.”
Namun begitu, narasi dari kubu pemenang tentu berbeda. Pelatih PSG, Luis Enrique, justru merasa timnya seharusnya bisa menang lebih telak. Meski sudah membawa modal dua gol, ia sama sekali tak meremehkan tantangan di Anfield nanti.
“Saya sudah berkali-kali ke Anfield, baik sebagai pemain maupun pelatih. Dan itu selalu, selalu, tempat yang sulit,” katanya dengan nada waspada. Tapi ia menegaskan, “Mentalitas kami tetap sama. Di mana pun kami bermain, targetnya hanya satu: menang.”
Jadi, meski tertinggal dua gol, drama perempat final ini belum berakhir. Semuanya akan ditentukan di benteng Anfield, di mana Liverpool berharap keajaiban dan atmosfer panas pendukungnya bisa membalikkan keadaan.
Artikel Terkait
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api
Prabowo Serukan Optimisme di Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik Magelang
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit