AS Pertahankan Armada di Iran Meski Gencatan Senjata, Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Dilanggar

- Kamis, 09 April 2026 | 15:20 WIB
AS Pertahankan Armada di Iran Meski Gencatan Senjata, Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Dilanggar

WASHINGTON – Ancaman belum benar-benar sirna. Meski gencatan senjata sudah disepakati, kapal perang dan pesawat tempur Amerika Serikat masih saja berpatroli di perairan sekitar Iran. Mereka tak akan pergi, setidaknya sampai ada jaminan bahwa perjanjian damai itu benar-benar dipatuhi oleh kedua belah pihak.

Presiden Donald Trump sendiri yang memberi peringatan keras. Lewat akun Truth Social-nya, Kamis (9/4/2026), ia menegaskan bahwa semua aset militer AS lengkap dengan amunisi dan persenjataan akan tetap berada di posisinya.

"Seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS, dengan amunisi tambahan, persenjataan tetap berada di posisinya, di dan sekitar Iran, sampai kesepakatan sebenarnya dicapai sepenuhnya, dipatuhi,"

Trump terlihat percaya diri. Ia yakin AS dan Iran bisa menjaga gencatan senjata ini, bahkan meraih kesepakatan damai permanen lewat perundingan yang dimediasi Pakistan pekan ini. Tapi keyakinannya itu dibarengi ancaman yang tak kalah gamblang.

"Jika karena alasan apa pun (kesepakatan) tidak dipatuhi, yang sangat tidak mungkin, maka 'penembakan dimulai' lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya,"

Serangan berikutnya, klaimnya, bakal jauh lebih dahsyat.

Namun begitu, jalan menuju perdamaian tetap berliku. Pejabat Iran sebelumnya sudah bersuara, menyebut mustahil melanjutkan perundingan damai permanen dengan AS. Pemicunya? Serangan besar-besaran Israel ke Lebanon baru-baru ini. Situasi itu, bagi mereka, merusak suasana dan kepercayaan.

Persoalan lain yang masih mengganjal adalah program nuklir Iran. Di sini, kedua negara punya pandangan yang bertolak belakang. Trump bersikeras bahwa Iran setuju menghentikan pengayaan uranium.

Tapi di Teheran, ceritanya lain.

Mohammed Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menyatakan justru negaranya diizinkan melanjutkan program pengayaan uranium sesuai ketentuan gencatan senjata. Klaim yang jelas bertentangan dengan versi Washington.

Trump berusaha meredam ketegangan soal nuklir ini dalam postingan terpisah. Ia menegaskan, terlepas dari segala retorika yang beredar, Iran tidak memiliki senjata nuklir. Dan yang penting bagi lalu lintas global: Selat Hormuz akan tetap terbuka dan aman.

Itu janjinya. Tapi dengan armada perang yang masih siaga penuh di depan pintu rumah Iran, suasana damai sepertinya masih sangat rentan. Semuanya tergantung pada kata "jika".

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar