Saudi Aramco Kuasai Pemasok Minyak Global, ExxonMobil dan Chevron Bersaing di Papan Atas

- Rabu, 27 Mei 2026 | 19:45 WIB
Saudi Aramco Kuasai Pemasok Minyak Global, ExxonMobil dan Chevron Bersaing di Papan Atas

Minyak bumi telah menjadi sumber energi fundamental bagi berbagai negara dan sektor industri sejak era pra-modern hingga saat ini. Di balik ketergantungan global terhadap komoditas tersebut, terdapat sejumlah perusahaan raksasa yang tidak hanya mendominasi sektor energi, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dunia. Perusahaan-perusahaan ini umumnya memproduksi minyak mentah, gas alam, serta berbagai produk turunan yang digunakan sebagai bahan bakar transportasi, pemanas, bahan kimia, dan material manufaktur.

Saudi Aramco, perusahaan minyak asal Arab Saudi, tercatat sebagai pemasok terbesar dengan kontribusi mencapai sepuluh persen dari total pasokan minyak global. Kapasitas produksinya mencapai sepuluh juta barel per hari, sementara total produksi hidrokarbon diperkirakan mencapai 12,9 juta barel setara minyak per hari pada tahun 2025. Dengan nilai pasar mencapai 1,7 triliun dolar AS, perusahaan ini mendominasi peta energi global secara mutlak.

Di posisi berikutnya, ExxonMobil berdiri sebagai perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar 600 miliar dolar AS. Perusahaan ini bergerak di bidang eksplorasi, produksi, perdagangan, transportasi, dan penjualan minyak mentah serta gas alam melalui jaringan internasional yang luas. Tidak hanya itu, ExxonMobil juga mulai berinvestasi dalam teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan bisnis bahan bakar fosil dengan strategi energi global yang lebih ramah lingkungan. Pada tahun 2024, perusahaan melaporkan penjualan dan pendapatan operasional lainnya mencapai sekitar 339 miliar dolar AS.

Sementara itu, Chevron Corporation mencatatkan nilai jual mendekati 393 miliar dolar AS. Perusahaan ini membagi operasinya ke dalam dua divisi utama. Divisi hulu berfokus pada eksplorasi serta produksi minyak mentah dan gas alam, sedangkan divisi hilir menangani penyulingan, transportasi, dan pemasaran produk minyak bumi seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet.

Dari kawasan Asia, PetroChina muncul sebagai perusahaan minyak dan gas terbesar asal Tiongkok dengan kapitalisasi pasar sekitar 313 miliar dolar AS. Perusahaan ini memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan minyak dan 60 persen kebutuhan gas alam domestik Tiongkok. Dengan peran strategis tersebut, PetroChina tidak hanya melindungi pasokan energi dalam negeri, tetapi juga berkontribusi terhadap rantai pasokan global.

Shell, perusahaan minyak multinasional yang beroperasi di lebih dari 70 negara, menempati posisi kelima dengan kapitalisasi pasar sekitar 253 miliar dolar AS. Aktivitas perusahaan ini mencakup produksi minyak dan gas, pemurnian minyak mentah menjadi bensin, serta produksi petrokimia yang digunakan untuk membuat plastik dan material industri. Shell juga memiliki fokus kuat pada proyek gas alam terintegrasi skala besar dan terus berinvestasi dalam energi terbarukan serta biofuel.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar