Pantau – Gunungan sampah di TPS 3R Pulogebang, Jakarta Timur, sudah tak tertampung lagi. Sampah itu meluber hingga ke bahu jalan, memicu kecemasan di kalangan warga yang khawatir akan ancaman penyakit.
Bau Menyengat dan Serbuan Lalat
Di Jalan Rawa Bebek, tumpukan itu bukan cuma pemandangan yang mengganggu. Warga mengeluhkan bau busuk yang menusuk hidung, diikuti dengan kemunculan lalat dan tikus yang berkeliaran.
"Sampah kayak gini kan bikin kita khawatir, karena kotor, bau, bisa menimbulkan penyakit, kayak DBD, diare, atau virus-virus gitu," ungkap Jayadi, seorang warga.
Ia melanjutkan keluhannya, "Baunya sangat menyengat, takut nanti jadi sumber penyakit. Banyak lalat, kadang juga ada tikus."
Menurut penuturan mereka, masalah ini sudah berlarut-larut. Kondisinya malah makin parah semenjak ada pembatasan pembuangan di TPST Bantargebang. "Jadi, truk juga tidak ada yang datang buat angkut, makanya sempat kan numpuk terus, tidak lama diangkut, dan sekarang numpuk lagi," jelas Jayadi.
Bau Sampah Menembus Masker
Gangguan ini dirasakan bukan hanya oleh warga sekitar. Para pengendara yang melintas pun ikut merasakan dampaknya. Bau tak sedap itu, kata mereka, masih bisa menembus masker sekalipun.
"Kalau lewat situ, saya harus tutup hidung lagi, nembus masker baunya, namanya banyak begini," keluh Sunaryo, salah seorang pengendara.
Suara harapan pun muncul. Warga mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera bertindak. Mereka ingin solusi yang konkret, bukan sekadar janji. "Masa harus komplain mulu warga baru ditindaklanjuti. Harus ada aksi nyata, jangka panjang juga, sulit soal sampah ini," tegas Jayadi.
Di sisi lain, Pemkot Jakarta Timur sebenarnya sudah mendorong sejumlah langkah. Upaya pengurangan volume sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, terus digaungkan. Mereka mengoptimalkan bank sampah dan menjalin kerja sama dengan Pusat Daur Ulang Plastik.
Harapannya jelas: beban pembuangan di TPST Bantargebang yang sudah kelebihan muatan bisa sedikit diringankan. Tapi di lapangan, warga masih menunggu hasil yang terlihat nyata.
Artikel Terkait
AHY Tegaskan Fondasi Indonesia di Masa Depan Ada pada Infrastruktur dan SDM Maritim
Ketua GPK Bantah Isu Pemecatan Massal di PPP, Sebut Hanya Penataan Biasa
Gus Ipul Tinjau Gedung STIP untuk Program Sekolah Rakyat, Targetkan 30.000 Siswa
D-8 Bentuk Sekretariat Permanen untuk Perkuat Kerja Sama Swasta