Ada Cahaya di Ujung Terowongan
Sentimen risiko global yang meningkat juga berpotensi menekan investasi dan konsumsi dalam negeri. Tapi, kabar baiknya datang dari proyeksi untuk tahun berikutnya. Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia akan memulihkan diri dan tumbuh lebih kencang, mencapai 5,2 persen pada 2027.
Pemulihan ini diharapkan datang dari beberapa pendorong. Operasional dana kekayaan negara (Danantara) yang diharapkan menyalurkan investasi lebih produktif adalah salah satunya. Kemudian, ketersediaan kredit swasta yang lebih banyak lewat injeksi likuiditas, serta upaya pemerintah memperkuat industri hilir dan menarik investasi asing.
Laporan itu juga menyoroti fakta menarik. Pertumbuhan Indonesia saat ini yang berkisar di angka lima persen per tahun ternyata sudah melampaui perkiraan pertumbuhan potensialnya. Ini tak lepas dari dukungan fiskal pemerintah yang cukup kuat.
Tapi, ruang untuk berbenah masih terbuka lebar. Reformasi di sektor jasa, seperti menghapus hambatan non-tarif, deregulasi, dan menyederhanakan perizinan usaha, dinilai bisa mendongkrak pertumbuhan potensial sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih produktif. Itu pekerjaan rumah yang menunggu.
Sebagai perbandingan, proyeksi pertumbuhan 2026 untuk beberapa negara tetangga adalah: Malaysia 4,4 persen, Filipina 3,7 persen, Thailand 1,3 persen, dan Vietnam yang paling tinggi di 6,3 persen. Peta persaingan di kawasan masih akan sangat dinamis.
Artikel Terkait
Prabowo Serukan Optimisme di Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik Magelang
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang