"Dialog yang konstruktif antara industri dan regulator itu pondasinya. Tanpa itu, sulit membangun ekosistem aset digital yang berkelanjutan," ujarnya.
"Kami lihat ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat manajemen risiko. Sebagai platform global, komitmen kami adalah bekerja sama dengan regulator demi mendukung inovasi yang bertanggung jawab," tambah Wong.
Partisipasi KuCoin dalam program CBN ini bukan sekadar formalitas. Ini membuktikan strategi mereka untuk aktif mengikuti perkembangan regulasi di berbagai yurisdiksi. Ke depannya, mereka berjanji akan terus berinvestasi pada infrastruktur kepatuhan dan sistem manajemen risiko. Tujuannya jelas: mendukung ekosistem aset digital yang lebih tepercaya dan tangguh.
Di sisi lain, program ini juga menjadi sinyal. Nigeria, yang pasarnya termasuk yang tumbuh paling cepat di dunia, kini mengambil pendekatan lebih proaktif. Mereka mencoba mencari titik temu yang pas: bagaimana mendorong inovasi, tapi di saat bersamaan pengawasan regulasi juga diperkuat.
Sebagai informasi, KuCoin berdiri sejak 2017 dan kini dipercaya oleh lebih dari 40 juta pengguna di seluruh dunia. Platform ini menawarkan akses ke lebih dari 1.500 aset digital dan mengedepankan keamanan serta pengalaman pengguna. Mereka juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi dan izin regulasi di berbagai negara, termasuk Australia dan Eropa, sebagai bagian dari fondasi kepatuhan global mereka.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Gudang Solar Subsidi di Serang, Pelaku dan Barang Bukti Raib
KPK Mulai Pemeriksaan Maraton ke Lima Pimpinan Biro Travel Haji
Uji Coba Aturan Truk ODOL: 49.003 Kendaraan Ditindak, Mayoritas Masih Dapat Peringatan
Lurah Pasar Rebo Dipanggil Inspektorat DKI Diduga Gunakan Foto AI Tanggapi Laporan Warga