Pemeriksaan maraton Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah biro travel haji akhirnya dimulai hari ini, Senin (6/4/2026). Langkah ini diambil untuk mengusut tuntas dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama pada periode 2023-2024. Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi tempat lima petinggi perusahaan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) dipanggil sebagai saksi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan hal itu.
"Betul, mulai pemeriksaan maraton hari ini," ucap Budi kepada awak media.
Ia menjelaskan, pemeriksaan hari ini adalah bagian dari penyelidikan tindak pidana korupsi terkait alokasi kuota haji. "Hari ini Senin (6/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dalam dugaan TPK untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024," sebutnya.
Kelima saksi yang hadir adalah Ulfah Izzati dari PT Gema Shafa Marwa Tours, Kurniawan Chandra Permata (PT Abdi Ummat Wisata), Ali Farihin (PT Adzikra), Ahmad Fauzan (PT Aero Globe Indonesia), dan Eko Martino Wafa Afizputro dari PT Afiz Nurul Qolbi. Mereka menjabat dari level manajer hingga direktur utama.
Rencana pemeriksaan maraton ini sebenarnya sudah diisyaratkan sejak pekan lalu. Menurut Budi, tim penyidik tak hanya akan memanggil saksi ke Jakarta, tetapi juga turun langsung ke lokasi masing-masing biro travel di berbagai daerah. Tujuannya jelas: mengumpulkan barang bukti dan keterangan secara lebih efektif.
Artikel Terkait
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi
AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran
Pengemudi Taksi Online di Jakarta Dijerat Tiga Pasal Usai Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Saksi Beberkan Aliran Uang Non-Teknis Rp 100 Juta per Tahun untuk Sertifikasi K3 di Kemenaker