“Lapangan pekerjaan ini harus diisi oleh anak-anak bangsa sendiri yang siap dan terampil dalam industri hijau,” lanjutnya.
“Karena itu dibutuhkan link and match antara kebutuhan di lapangan dan kurikulum yang dipelajari di kampus.”
Kedua, dukungan lewat riset. Eddy berharap kampus aktif mengembangkan penelitian energi terbarukan sebagai bahan pertimbangan ilmiah bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Inilah salah satu alasan utama ia menggagas MPR Goes to Campus.
“Saya meyakini harus ada jembatan antara riset-riset kampus sebagai basis ilmiah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan. Bukan sekadar mengganti sumber energi, tapi membangun kemandirian bangsa.
“Rangkaian upaya mempercepat transisi energi harus dinikmati industri dalam negeri, meningkatkan industrialisasi, meningkatkan kapasitas produksi kita,” pungkas Eddy Soeparno.
Dan yang tak kalah penting, menyerap tenaga kerja formal terampil dari anak bangsa sendiri, dalam jumlah yang signifikan.
Artikel Terkait
Pakar Apresiasi Program Green Policing Polda Riau sebagai Solusi Tekan Emisi
Polres Bogor Bongkar Praktik Oplosan Gas Subsidi, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar per Bulan
Kapolda Riau Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla di Tengah Ancaman Super El Nino
Aldi Taher Ungkap Peran Al-Quran dalam Perjuangan Sembuh dari Kanker