Beberapa tahun lalu, dunia hiburan sempat dihentak kabar tentang perjuangan Aldi Taher melawan penyakit serius. Artis yang dikenal dengan gaya nyentriknya itu ternyata harus berhadapan dengan kanker kelenjar getah bening, atau Limfoma Hodgkin. Perjalanannya tak mudah, tapi justru itulah yang membekas paling dalam baginya.
Semuanya berawal di tahun 2016. Saat itu, Aldi menemukan benjolan aneh di area lehernya. Merasa tak biasa, pria itu pun memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter. Hasilnya? Setelah melalui berbagai tes medis yang mendalam, diagnosisnya keluar: itu adalah kanker.
Nah, di sinilah perjuangan sesungguhnya dimulai. Aldi tak hanya mengandalkan pengobatan medis konvensional. Di sisi lain, dia juga mencari keseimbangan lewat pendekatan spiritual. Ia pun mulai rajin membuka dan membaca Al-Quran. Bagi Aldi yang kini berusia 42 tahun, kitab suci itu bukan sekadar bacaan. Ia meyakini Al-Quran punya peran sebagai penenang jiwa, terlebih saat seseorang terbebani penyakit berat yang mengancam nyawa.
"Karena saya pernah dengar kata Al-Qur'an adalah Syifa, obat, jadi waktu lo kena kanker, lo kan cari obat, lo medis, kemo juga," ujar Aldi Taher.
Suami dari Salsabillih itu mengaku, rutinitas membacanya itu benar-benar membantunya. Emosi jadi lebih terkendali, stres berkurang, dan yang paling penting, ia terhindar dari rasa putus asa yang kerap menghantui pasien kanker. Aldi punya pandangan menarik soal ini. Menurutnya, manusia itu terdiri dari jasad dan ruh. Keduanya, kata dia, harus diobati secara seimbang agar proses penyembuhan bisa optimal.
"Untuk jasad ini ikhtiar penyembuhannya ke dokter, karena dokter milik Allah, sementara ruh juga butuh diobati supaya saya nggak denial. Makanya saya baca Al-Qur'an supaya saya ikhlas menerima ujian sakit," lanjutnya.
Perjuangannya yang keras akhirnya membuahkan hasil. Pada 2017, kabar baik datang. Dokter menyatakan Aldi Taher telah sembuh dari kanker. Tentu saja, ini berkat kombinasi antara pengobatan medis yang dijalaninya dan kondisi mental yang terus dijaga.
Meski begitu, sebagai penyintas, Aldi tak lantas lengah. Hingga kini, ia tetap menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri. Hidupnya telah berubah.
"Saya alhamdulillah sembuh dari kanker, sekarang tetap penyintas, insyaallah badan saya sehat terus baca Al-Qur'an," ungkapnya penuh syukur.
Artikel Terkait
PBNU Kecam Kekerasan Seksual di Padepokan Pekalongan, Desak Proses Hukum Tuntas
Banjir Bandang dan Longsor di Bone Bolango, Seorang Warga Hanyut ke Laut Sebelum Berhasil Diselamatkan
Polisi Ajukan Red Notice ke Interpol untuk Buru Otak Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Kamboja
Ratusan Wali Santri Jemput Anak dari Ponpes Pedang Ati usai Kasus Pencabulan Pimpinan Terbongkar