Medan kembali menjadi tujuan program MPR Goes to Campus. Kali ini, Wakil Ketua MPR dari PAN, Eddy Soeparno, berbicara di hadapan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Acara yang berlangsung Jumat lalu itu mengusung tema besar: ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik global yang tak menentu.
Rektor UMSU, Prof Agussani, beserta sejumlah pimpinan fakultas menyambut langsung kedatangan politisi senior tersebut. Kampus ini sendiri tengah bersiap menyambut perhelatan akbar, Muktamar Muhammadiyah 2027.
Dalam paparannya, Eddy Soeparno tak bertele-tele. Ia langsung menekankan satu hal: Indonesia harus segera mengurangi ketergantungan pada impor energi, seperti minyak mentah dan LPG. Bagaimana caranya?
“Di antara upaya mewujudkan ketahanan energi itu adalah mempercepat elektrifikasi dan transisi energi,” ujarnya.
Ia lantas mengajak seluruh elemen kampus untuk mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan transisi menuju energi terbarukan. Program 100 gigawatt energi surya, elektrifikasi transportasi, dan pengembangan bioenergi disebutnya sebagai langkah konkret yang perlu didorong.
“Sebagai respons atas situasi geopolitik saat ini, komitmen Presiden Prabowo rasanya perlu didukung semua pihak,” tegas Eddy, yang juga bergelar doktor ilmu politik dari UI.
Dukungan itu, menurutnya, tak melulu soal politik di parlemen. Dunia akademik punya peran yang sangat vital.
Pertama, melalui penyiapan sumber daya manusia. Kampus harus mampu mencetak lulusan yang terampil dan siap kerja di industri hijau pengembangan energi terbarukan. Sebab, transisi energi akan membuka lapangan kerja ‘green jobs’ yang sangat luas.
Artikel Terkait
Hujan Deras Tiga Jam Picu Longsor dan Angin Kencang di Tulungagung
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS