Suara raket memukul bola dan teriakan pemain terus menggema, pagi hingga malam. Itulah keluhan yang memaksa Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turun tangan. Ia akhirnya menggelar rapat khusus, berusaha mencari jalan keluar atas protes warga soal kebisingan dari lapangan padel yang kian marak.
Rapat ini bukan tanpa sebab. Tekanan dari masyarakat sudah memuncak, terutama dari mereka yang tinggal di sekitar fasilitas olahraga itu. Ambil contoh kawasan Haji Nawi. Di sana, seorang warga bernama Naufal (27) sudah merasa cukup.
"Aku melaporkan ini berulang kali. Lewat aplikasi JAKI, dari November sampai Februari ini, bahkan seminggu bisa tiga kali," ujarnya saat kami temui di rumahnya, Kamis (19/2).
Naufal bercerita, mereka sempat bertemu dengan pengelola lapangan pada 31 Januari. Sayangnya, mediasi itu gagal total. "Pertemuan itu tidak membuahkan hasil sama sekali," keluhnya.
Harapannya sederhana: kembalikan ketenangan yang hilang. "Saya cuma ingin suasana damai di rumah kami kembali seperti dulu. Tanpa teriakan dan bunyi 'pek-pek' raket sepanjang hari," imbuh Naufal.
Artikel Terkait
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Haji
Bhayangkara FC Waspadai Persijap Jepara Meski dalam Momentum Positif
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta