Karyoto Usulkan Komando Gabungan untuk Tangani Bencana di Sumatera

- Selasa, 16 Desember 2025 | 17:00 WIB
Karyoto Usulkan Komando Gabungan untuk Tangani Bencana di Sumatera

Gempa dan banjir yang melanda Aceh, Sumut, hingga Sumbar belakangan ini memang memprihatinkan. Di tengah upaya penanganan yang sudah berjalan, Kabaharkam Polri Komjen Karyoto punya usulan. Ia mendorong agar Komando Tugas Gabungan Terpadu atau Kogasgabpad diaktifkan kembali. Tujuannya jelas: memperkuat respons bencana di ketiga provinsi itu.

Menurut Karyoto, semua pihak sebenarnya sudah bekerja keras sejak hari pertama bencana terjadi. Relawan, aparat daerah, petugas kebencanaan, sampai TNI-Polri semua turun tangan. Tapi, kondisi di lapangan ternyata makin kompleks. Wilayah terdampak meluas, dampaknya kian eskalatif. Hal ini butuh mekanisme kerja yang lebih solid dan masif, melibatkan banyak instansi sekaligus.

"Dalam kondisi bencana yang berdampak luas dan lintas wilayah, negara perlu memastikan seluruh sumber daya yang ada dapat bergerak dalam satu sistem komando yang jelas dan saling mendukung," kata Karyoto, Selasa (16/12/2025).

Ia bilang, ide Kogasgabpad ini bukan barang baru. Konsep serupa pernah diterapkan saat gempa besar mengguncang NTB tahun 2018 lalu. Bahkan, mekanisme komando terpadu juga dipakai selama masa krisis COVID-19 di beberapa wilayah strategis.

"Pengalaman-pengalaman tersebut menunjukkan bahwa komando gabungan terpadu mampu mempercepat pembukaan akses tertutup, memudahkan mobilisasi logistik, memperjelas pembagian tugas," jelasnya.

Tak hanya itu, sistem ini juga disebut bisa memastikan keamanan dan menghindari tumpang tindih kewenangan di lapangan. Poin terakhir itu penting, agar tak ada lagi kebingungan di tingkat pelaksana.

Namun begitu, Karyoto menegaskan bahwa kehadiran Kogasgabpad sama sekali bukan untuk mengambil alih peran kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah. Justru sebaliknya, ia ingin menyatukan seluruh kekuatan negara dalam satu kerangka operasi yang rapi. Dengan begitu, koordinasinya lebih ketat.

Nantinya, dalam skema tersebut, TNI bisa berkonsentrasi pada mobilisasi, logistik, dan operasi di medan-medan sulit. Sementara Polri fokus pada aspek pemulihan, penanganan masyarakat, serta pengamanan wilayah terdampak.

"Yang diutamakan adalah keselamatan rakyat. Komando terpadu memastikan tidak ada wilayah yang terlewat, tidak ada bantuan yang tersendat," terang Karyoto.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyatakan akan segera mengajukan usulan resminya kepada Menko Polkam, Djamari Chaniago. Harapannya, dengan komando yang terpusat dan terukur, penanganan bencana di Sumatera bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Waktunya memang berkejaran dengan kondisi korban di lapangan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler