Gus Ipul: Santunan Korban Jiwa Bencana Sumatera Mulai Disalurkan

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:42 WIB
Gus Ipul: Santunan Korban Jiwa Bencana Sumatera Mulai Disalurkan

Di Aceh, Sabtu lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan update terbaru soal penanganan korban bencana di Sumatera. Dalam rapat koordinasi dengan DPR RI, ia mengungkapkan bahwa penyaluran santunan untuk korban jiwa sudah mulai berjalan.

Menurut Gus Ipul, pihaknya telah menyalurkan santunan kepada lebih dari 147 ahli waris. Angka ini, kata dia, masih akan terus bertambah seiring dengan verifikasi data di lapangan. "Kita sedang menyalurkan santunan untuk korban meninggal dunia dan yang luka-luka berat," jelasnya.

"Sampai hari ini kita sudah salurkan lebih dari 147 kepada ahli waris. Tapi usulan untuk yang luka-luka berat belum pernah kami terima."

Prosesnya sendiri mengandalkan data yang diverifikasi dan ditetapkan oleh kepala daerah setempat. Jadi, tidak asal cair. "Semuanya ini kami salurkan setelah ditetapkan oleh Kepala Daerah," tegas Ipul. Ia berharap data bisa segera lengkap agar penyaluran bisa lebih cepat lagi. Secara bertahap, setiap hari, daftar penerima terus berkembang.

Di sisi lain, pemerintah ternyata sudah menyiapkan dana yang tidak sedikit. Untuk santunan korban meninggal dan luka berat saja, ada alokasi sekitar Rp 17 miliar. Tapi itu baru sebagian kecil dari total anggaran yang disiapkan.

Ada juga dana untuk bantuan jaminan hidup korban terdampak, yang jumlahnya mencapai Rp 326 miliar. Belum lagi anggaran untuk membeli perlengkapan rumah tinggal, sekitar Rp 169 miliar, dan program pemberdayaan ekonomi senilai Rp 141 miliar.

Kalau dihitung-hitung, kebutuhan total diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Namun, yang sudah siap pakai dan bisa segera digelontorkan saat ini lebih dari Rp 600 miliar. "Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun," ungkap Gus Ipul, "tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp 600 miliar."

Jadi, meski prosesnya bertahap, upaya untuk memulihkan kondisi korban terus bergulir. Semoga saja data dari lapangan segera lengkap, agar bantuan bisa tepat sasaran dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar