MEDAN – Satu tahun sudah Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Surya, memimpin. Pencapaian mereka selama setahun ini mendapat apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat.
Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara, menyoroti beberapa hal. Ia memuji upaya pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, keberpihakan pada pekerja, hingga peningkatan kualitas SDM dan pendidikan. Penanganan pascabencana juga masuk dalam daftar apresiasi mereka.
“Capaian-capaian itu mencerminkan komitmen kuat Gubernur dan Wakil Gubernur dalam membangun sinergi lintas sektor demi kemajuan provinsi,” ujar Firsal, Senin (23/2/2026).
Ia pun menyebut angka pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2025, yang berada di level 4,53%. Memang, angkanya turun dibanding capaian 2024 yang 5,03%. Tapi, menurut Firsal, kondisi ini tetap bisa dibilang solid.
“Ini mengingat tantangan ketidakpastian ekonomi global, dinamika politik, serta dampak bencana alam yang melanda Sumut jelang akhir tahun 2025,” tambahnya.
Ia bahkan mengklaim, pemulihan pascabencana di Sumut berjalan lebih cepat dibandingkan provinsi lain yang juga terdampak.
Dari sisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Sumut, Yudha Johansyah, menguraikan dukungan gubernur terhadap revisi UU Kadin. Tujuannya untuk memperkuat kelembagaan. Yudha juga menyebut sejumlah program strategis di bidang ekonomi yang sudah terealisasi.
“Manfaatnya langsung dapat dirasakan masyarakat. Misalnya, transformasi pelayanan publik agar lebih cepat dan handal, didukung internet gratis di ruang publik. Ada juga program perlindungan rakyat melalui restorative justice,” jelas Yudha.
Soal bencana, Yudha menilai penanganannya proaktif. Status tanggap darurat ditetapkan sejak akhir November 2025 dan diperpanjang beberapa kali. Bobby juga kerap turun langsung ke lokasi, meresmikan hunian sementara, menyiapkan lahan untuk ribuan unit rumah tetap, hingga membangun tanggul penahan banjir.
Uniknya, dunia usaha dilibatkan. Mereka menurunkan alat berat ke Tapanuli Selatan dan Tengah untuk mempercepat pemulihan. Langkah ini, kata Yudha, diapresiasi kalangan pengusaha.
Pendapat senada datang dari Peter Suhendra, WKU Bidang Perekonomian. Ia menyoroti kecepatan rehab sarana-prasarana dan pemulihan ekonomi pascabencana.
Sementara itu, Martono Anggusti, Plt. WKU Bidang Maritim dan Investasi, melihat pemerintahan Bobby-Surya fokus pada hilirisasi dan infrastruktur. Ia mencontohkan integrasi pembangunan antarprovinsi lewat forum Gubernur se-Sumatra, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.
“Gubernur fokus pada penguatan hilirisasi, termasuk pengembangan KEK dan kawasan industri yang berfokus pada hilirisasi perkebunan, perikanan, dan peternakan,” kata Martono.
Percepatan pembangunan jalan dan jembatan juga terus digenjot. Tujuannya jelas: meningkatkan konektivitas dan mendukung kawasan industri strategis.
Di bidang lain, Isfan F Fachruddin dari Bidang Kualitas Manusia mengapresiasi capaian universal health coverage (UHC) Sumut. Provinsi ini berhasil meraih predikat UHC Prioritas dua tahun lebih cepat dari target nasional.
“Masyarakat Sumut kini dapat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP,” ujar Isfan.
Isfan juga menyebut program pendidikan gratis untuk SMA/SMK/SLB negeri yang dimulai tahun 2026. Program yang ditargetkan mencakup seluruh wilayah pada 2029 ini diharapkan bisa membentuk SDM Sumut yang lebih berkualitas.
Tak ketinggalan, apresiasi datang untuk Gerakan Pangan Murah. Menurut Hendra Arbie dan Dayan Sutomo dari Kadin Sumut, gerakan ini berhasil membantu menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga stabilitas harga.
Kunci utamanya kolaborasi.
Firsal, sang Ketum, menegaskan bahwa Bobby konsisten menekankan kerja sama lintas daerah dan inovasi. Sinergi dengan forkopimda, organisasi daerah, dunia usaha, BUMD, dan pemangku kepentingan lain disebutnya sebagai faktor pencapaian target.
“Kadin Sumut mendukung penuh upaya dan kolaborasi Pemprov dengan para stakeholder. Ini demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sumatra Utara secara berkelanjutan,” tandas Firsal.
Artikel Terkait
Tito Desak Percepatan Pendataan untuk Cairkan Bantuan Pascabencana Sumatera
Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu per Gram, Tren Positif Berlanjut
PAM JAYA Bagikan 150 Toren Air Gratis ke Warga Kalideres
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,5 Triliun untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi