Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang

- Jumat, 10 April 2026 | 12:00 WIB
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang

Duel Parang di Agats, Ayah dan Anak Saling Serang Hingga Tewas

Malam di Agats, Rabu (8/4) lalu, berakhir dengan adegan mengerikan. Bukan perkelahian biasa, melainkan sebuah pertarungan sengit antara seorang ayah dan anak kandungnya sendiri. Keduanya terlibat dalam baku hantam menggunakan senjata tajam, yang berakhir dengan kondisi mengenaskan: ayah dan anak sama-sama roboh, bersimbah darah di jalanan.

Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal sekitar pukul setengah delapan malam. Teofilus Atew (29), seorang warga yang melihat kejadian itu, mengisahkan Paternus Tapiem (50) berlari ketakutan di jalan raya. Yang mengejarnya bukan orang lain, melainkan Elifas Sakuw (25), putra kandungnya sendiri. Elifas disebut-sebut mengalami gangguan jiwa.

Dikejar-kejar, Paternus berusaha mencari perlindungan. Dia masuk ke dalam rumah seorang warga, berharap bisa selamat. Tapi harapannya pupus. Anaknya itu terus memburu, membawa sebilah pisau, dan nekat menerobos masuk.

Di dalam rumah itulah serangan brutal terjadi. Elifas konfrontasi langsung, menyerang ayahnya tanpa ampun. Serangan membabi-buta itu menyisakan luka serius di sekujur tubuh sang ayah. Dari rahang kiri, telinga, dahi, hingga leher semua terkena bacaan.

Dalam keadaan terpojok dan nyawanya terancam, naluri bertahan hidup Paternus muncul. Dia mengambil parang dan membalas serangan. Pertahanan itu berhasil mengenai si anak. Bahu kiri, lengan, pergelangan tangan, dan leher Elifas tak luput dari sabetan parang. Pertarungan sengit antara darah daging sendiri akhirnya berhenti hanya ketika tenaga mereka habis. Keduanya terjatuh, tak berdaya, dengan luka yang sangat parah.

Laporan segera masuk ke Tim Patroli Elang. Hanya dalam hitungan menit, tepatnya pukul 19.40 WIT, petugas sudah tiba di lokasi. Mereka langsung bertindak cepat, mengevakuasi kedua pria yang sudah tak berdaya itu ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis darurat.

Kapolsek Agats, Ipda Arnold Yansen Wambrauw, memberikan konfirmasi pada Kamis (9/4).

“Korban dan pelaku saat ini sudah ditangani oleh dokter di ruang IGD. Kondisi keduanya mengalami luka potong yang cukup parah akibat senjata tajam,” jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Paternus dan Elifas masih terbaring di rumah sakit, menjalani perawatan intensif. Kondisi mereka dikabarkan masih kritis. Sementara itu, penyelidikan polisi terus berjalan. Motif dan pemicu perseteruan berdarah antara ayah dan anak ini masih didalami, mencoba mencari titik terang di balik tragedi yang menyayat hati ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar