Pendapat senada datang dari Peter Suhendra, WKU Bidang Perekonomian. Ia menyoroti kecepatan rehab sarana-prasarana dan pemulihan ekonomi pascabencana.
Sementara itu, Martono Anggusti, Plt. WKU Bidang Maritim dan Investasi, melihat pemerintahan Bobby-Surya fokus pada hilirisasi dan infrastruktur. Ia mencontohkan integrasi pembangunan antarprovinsi lewat forum Gubernur se-Sumatra, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.
Percepatan pembangunan jalan dan jembatan juga terus digenjot. Tujuannya jelas: meningkatkan konektivitas dan mendukung kawasan industri strategis.
Di bidang lain, Isfan F Fachruddin dari Bidang Kualitas Manusia mengapresiasi capaian universal health coverage (UHC) Sumut. Provinsi ini berhasil meraih predikat UHC Prioritas dua tahun lebih cepat dari target nasional.
Isfan juga menyebut program pendidikan gratis untuk SMA/SMK/SLB negeri yang dimulai tahun 2026. Program yang ditargetkan mencakup seluruh wilayah pada 2029 ini diharapkan bisa membentuk SDM Sumut yang lebih berkualitas.
Tak ketinggalan, apresiasi datang untuk Gerakan Pangan Murah. Menurut Hendra Arbie dan Dayan Sutomo dari Kadin Sumut, gerakan ini berhasil membantu menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga stabilitas harga.
Kunci utamanya kolaborasi.
Firsal, sang Ketum, menegaskan bahwa Bobby konsisten menekankan kerja sama lintas daerah dan inovasi. Sinergi dengan forkopimda, organisasi daerah, dunia usaha, BUMD, dan pemangku kepentingan lain disebutnya sebagai faktor pencapaian target.
Artikel Terkait
Empat Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan KPK Ditangkap di Jakarta
Dari Limbah Gula Merah Bone, Dainichi Kuasai 90% Pasar Indonesia Timur
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang