Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan

- Jumat, 10 April 2026 | 12:15 WIB
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan

Bagi pelaku usaha kecil, kabar terbaru soal plastik ini sungguh memusingkan. Harga bahan kemasan andalan itu melonjak drastis, bahkan ada yang sampai dua kali lipat. Tekanannya langsung terasa, terutama di sektor makanan dan minuman.

Pemicunya? Konflik geopolitik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz. Dua hal itu mengguncang pasokan global, yang ujung-ujungnya bikin harga plastik meroket. Padahal, bahan ini kan jadi tulang punggung kemasan bagi banyak usaha.

Henry Chevalier dari Asosiasi Produsen Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) mengaku khawatir. Menurutnya, situasi ini bisa memicu gelombang inflasi yang lebih luas, di saat daya beli masyarakat justru lagi tak menentu.

"Coba lihat kantong kresek biasa saja," ujarnya, Rabu lalu. "Harganya sudah naik hampir 50 persen. Gila, kan?"

Ia menambahkan, lonjakan biaya bahan baku ini otomatis mendongkrak ongkos produksi di industri hilir. Akibatnya, harga produk akhir mulai dari bungkus makanan, botol minuman, sampai kemasan obat ikut terdorong naik.

UMKM Makanan Minuman Terpojok

Ini jadi tekanan baru yang serius. Naiknya harga minyak mentah di pasar dunia berimbas langsung ke plastik, dan pelaku UMKM makanan-minuman yang paling merasakan getahnya. Margin keuntungan mereka tiba-tiba menyempit.

Pilihannya pun serba salah: naikkan harga jual dan risiko kehilangan pelanggan, kurangi porsi, atau terpaksa menelan rugi. Bagi usaha skala sangat kecil, goncangan biaya produksi seperti ini bisa langsung mengancam arus kas dan kelangsungan operasional.

Di sisi lain, konsumen akhirnya juga ikut menanggung beban. Harga jajanan atau minuman kemasan dipastikan bakal ikut naik. Bahkan, beberapa pedagang sudah mulai mengurangi ukuran kemasan diam-diam, sebagai cara bertahan.

Masalah Ketergantungan Impor

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar