Menteri Keuangan Buka Suara Soal Permintaan Insentif Pajak dari Danantara

- Kamis, 04 Desember 2025 | 16:36 WIB
Menteri Keuangan Buka Suara Soal Permintaan Insentif Pajak dari Danantara

Di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya permintaan dukungan dari Danantara. Lembaga baru itu meminta fasilitas fiskal dan insentif pajak kepada Kemenkeu. Namun begitu, Purbaya menegaskan bahwa pemberian dukungan tersebut tak bisa lepas dari koridor aturan yang berlaku.

"Iya, mereka minta. Tapi ya prinsipnya jelas: yang sesuai peraturan kita kasih. Yang enggak ya enggak dikasih," ujar Purbaya, dengan nada tegas.

"Jadi ada yang dikasih, ada yang nggak," tambahnya.

Permintaan itu, menurut penjelasannya, banyak terkait dengan aksi korporasi yang sedang atau akan dijalankan Danantara. Misalnya saja dalam hal restrukturisasi keuangan atau konsolidasi bisnis. Untuk hal-hal semacam ini, tampaknya ada ruang pembicaraan.

Rosan, sang CEO Danantara, punya argumen. Ia bilang, kalau setiap langkah korporasi langsung dikenakan pajak penuh, biayanya akan membengkak.

"Dia bilang itu kalau selalu bayar pajak semua ya akan mahalan. Saya pikir itu masuk akal," aku Purbaya.

"Mereka minta waktu untuk konsolidasi, kira-kira 2-3 tahun ke depan. Setelah masa itu berlalu, setiap corporate action baru akan dikenakan pajak sesuai aturan normal," lanjutnya menerangkan kesepakatan yang tercapai.

Di sisi lain, tidak semua permintaan bisa dituruti. Purbaya menyebut ada permohonan yang harus ditolak mentah-mentah. Misalnya, permintaan untuk menghapus kewajiban pajak dari beberapa perusahaan untuk transaksi yang terjadi sebelum tahun 2023.

"Ya enggak bisa," tegasnya.

"Itu kan sudah terjadi di masa lalu. Lagipula, perusahaannya untung dan ada komponen asing di situ. Nggak mungkin kita hapus begitu saja," jelas Purbaya, merinci alasan penolakan itu.

Pertemuan antara kedua pihak sebenarnya sudah terjadi sehari sebelumnya, Rabu, di Kantor Kemenkeu. Rosan sendiri yang datang menemui sang menteri. Mereka dikabarkan membahas banyak hal, mulai dari percepatan proyek Kereta Cepat Whoosh hingga dukungan fiskal untuk pengembangan Danantara ke depan.

Usai pertemuan, Rosan terlihat optimis.

"Beliau sangat terbuka," kata Rosan tentang Menteri Purbaya.

"Pembahasan akan dilanjutkan lagi oleh tim kerja. Intinya, responsnya sangat-sangat positif," pungkas CEO Danantara itu, menutup pembicaraan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar