AS Tembak Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 87 Tewas

- Jumat, 06 Maret 2026 | 04:50 WIB
AS Tembak Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 87 Tewas

Samudra Hindia menjadi saksi sebuah insiden berdarah. Kapal selam milik Amerika Serikat dilaporkan menembakkan torpedo dan menenggelamkan sebuah kapal perang Iran. Korban jiwa berjatuhan, puluhan nyawa melayang dalam serangan mendadak itu.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan pernyataan yang cukup gamblang. Menurutnya, kapal Iran itu merasa aman berlayar di perairan internasional.

"Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo," ujarnya.

Hegseth memang enggan menyebut nama kapal yang jadi sasaran. Namun, informasi dari Angkatan Laut Sri Lanka mengarah pada satu nama: IRIS Dena. Kapal fregat itu dikabarkan tenggelam, dengan sekitar 140 orang dinyatakan hilang di laut.

"Ini memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang," lanjut Hegseth dengan nada tegas.

Ia bahkan mengakhiri dengan ancaman yang terselubung. "Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya."

Korban di pihak Iran terus berjatuhan. Data terbaru menyebut sedikitnya 87 tentara mereka tewas. Angka yang mungkin masih akan bertambah, mengingat 61 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian terus digencarkan.

Di tengah situasi mencekam itu, ada sedikit kabar baik. Angkatan Laut Sri Lanka berhasil mengevakuasi 32 tentara Iran yang selamat. Mereka semua dalam kondisi luka-luka dan kini mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit di kota Galle.

Seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka yang enggan disebut namanya mengonfirmasi proses evakuasi jenazah. "Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang," katanya.

Konflik ini bukan muncul tiba-tiba. Latar belakangnya adalah eskalasi perang di Timur Tengah yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel akhir pekan lalu. Kini, gelombang efeknya sampai ke perairan yang jauh.

Nuansa tragis terasa kuat di daratan Sri Lanka. Seorang fotografer di lokasi melaporkan pemandangan suram: puluhan jenazah yang diduga tentara Iran dibawa masuk ke rumah sakit setempat pada Rabu malam. Sebuah akhir yang kelam di perairan yang seharusnya damai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar