Namun begitu, torehan Janice tak cuma di sektor tunggal. Di tahun yang sama, dia juga meraih dua gelar ganda pertamanya: di Guangzhou bersama Katarzyna Piter, dan di Chennai berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Belum lagi gelar WTA 125 di Jinan, plus enam gelar tunggal ITF yang dia sabet di paruh pertama tahun. Benar-benar musim yang padat dan produktif.
Sebelum terbang ke Meksiko, Janice baru saja menyelesaikan rangkaian turnamen di Timur Tengah dengan cukup baik. Dia berhasil mencapai babak 16 besar di WTA 1000 Dubai, setelah sebelumnya terhenti di babak 32 besar Qatar Open.
Di Doha, perjalanannya dihentikan oleh pemain nomor satu dunia, Iga Swiatek. Sementara di Abu Dhabi, meski dapat wildcard, dia harus menyerah di babak kedua dari unggulan kelima, Liudmila Samsonova.
Di Merida nanti, Janice tak hanya fokus pada tunggal. Dia juga akan turun di sektor ganda, lagi-lagi berpasangan dengan rekannya yang sudah akrab, Katarzyna Piter. Mereka dijadwalkan menghadapi pasangan Madeleine Brooks dan Shuo Feng di laga pembuka.
Jadi, semua mata kini tertuju pada Janice. Bisakah dia melanjutkan momentum terbaiknya dan menciptakan kejutan di tanah Meksiko? Kita tunggu saja aksi pertamanya Selasa nanti.
Artikel Terkait
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes