Banda Aceh - Udara di pusat kota mulai terasa lebih tenang. Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda, geliat pemulihan di Aceh kini kian nyata. Perkembangannya bahkan bisa dibilang cukup signifikan. Dari data terbaru Satgas PRR, pembangunan hunian sementara atau huntara untuk para korban sudah menembus angka lebih dari 91 persen. Sebuah capaian yang patut disyukuri.
Di sisi lain, Safrizal, sang Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, memberikan gambaran yang cukup melegakan. Menurutnya, situasi di sejumlah sektor vital sudah berangsur normal. "Sebagian besar sektor sudah kembali normal, mulai dari infrastruktur, layanan pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan," ujarnya di Banda Aceh, Kamis lalu.
Namun begitu, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Soal hunian tetap, misalnya. Proses pengerjaannya masih berjalan dan tak sedikit pula yang masih dalam tahap perencanaan. Artinya, perjalanan menuju pemulihan total masih panjang.
Pemerintah sendiri sudah mulai menggeser fokus. Fase tanggap darurat perlahan ditutup, berganti ke masa stabilisasi. Nah, di fase transisi inilah, upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak jadi prioritas utama. Mereka tak hanya butuh atap di atas kepala, tapi juga kehidupan yang bisa kembali berdenyut seperti sedia kala.
Suasana di lapangan memang mulai menunjukkan perubahan. Meski begitu, semua pihak paham betul bahwa membangun kembali yang hancur membutuhkan waktu dan kesabaran. Langkahnya mungkin belum sempurna, tapi setidaknya sudah melangkah maju.
Artikel Terkait
Gus Ipul Tinjau Gedung STIP untuk Program Sekolah Rakyat, Targetkan 30.000 Siswa
D-8 Bentuk Sekretariat Permanen untuk Perkuat Kerja Sama Swasta
BNPB Imbau Bunyikan Sirine dan Kentongan Serentak pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026
Kebakaran Rumah di Bogor Diduga Akibat Korsleting, Seluruh Isi Ludes