Lebih dari dua belas bulan sudah bencana banjir melanda Aceh. Tapi, bagi warga di tiga belas desa, gelapnya malam masih jadi kenyataan pahit yang mereka jalani. Wakil Gubernur Aceh, Dek Fadh, mengungkapkan fakta itu dalam sebuah pertemuan dengan pimpinan MPR RI di Kantor Gubernur, Selasa lalu.
“Kemudian pelayanan kelistrikan,” ujarnya. “Kami habis rapat dengan Bupati dan Walikota. Masih ada 13 desa, Pak, semenjak bencana sampai hari ini, listriknya belum nyala.”
Menurut Dek Fadh, persoalan utamanya terletak pada medan yang sulit dan akses yang terputus total. Namun begitu, ada titik terang. PLN sudah berkomitmen untuk mengirimkan genset sebagai solusi sementara.
“Komitmen PLN, mereka akan kirim genset dulu supaya bisa hidup. Medannya memang terputus, Pak. Dengan diturunkan genset, setidaknya mereka dapat hak yang sama dengan masyarakat lain,” jelasnya.
Angka dampak bencananya sendiri sungguh masif. Tak main-main, 203 kecamatan dan lebih dari tiga ribu desa terdampak. Itu melibatkan sekitar 678 ribu kepala keluarga atau setara dengan 2,5 juta jiwa. Bayangkan saja betapa luasnya.
Di sisi lain, laporan korban terus berjalan. Data terakhir yang dihimpun pemerintah setempat menyebutkan, korban meninggal dunia mencapai 562 orang. Sementara itu, 29 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
“Korban hilang sampai saat ini… tidak ada pergerakan lagi. 562 meninggal, 29 hilang,” papar Dek Fadh dengan nada berat. “Pengungsi yang masih tersisa sekarang sekitar 17.000 KK. Kalau dihitung per jiwa, kira-kira masih 69 atau 70 ribu orang.”
Pertemuan ini sendiri digelar menyambut kunjungan kerja pimpinan MPR RI ke Banda Aceh. Rombongan yang hadir cukup lengkap, dipimpin langsung oleh Ketua MPR Ahmad Muzani. Beberapa nama lain yang turut hadir antara lain Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, serta Eddy Soeparno.
Tidak ketinggalan, sejumlah pimpinan fraksi dan pejabat tingkat nasional juga hadir. Sebut saja Mendagri Tito Karnavian, perwakilan dari DPD, hingga Kepala BPOM Taruna Ikrar. Kehadiran mereka menegaskan perhatian serius pemerintah pusat terhadap proses pemulihan Aceh yang masih berjalan, meski perlahan.
Artikel Terkait
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 pada 17 Februari
Pemprov DKI Waspadai Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Cabai Jelang Ramadan
Baleg DPR Gelar Rapat Evaluasi Prolegnas Prioritas 2026
Rumah di Jonggol Hangus Diduga Akibat Korsleting, Tak Ada Korban Jiwa