Angka kasus demam berdarah dengue di Asia Tenggara ternyata cukup mencengangkan. Sepanjang tahun 2025 lalu, Kementerian Kesehatan mencatat ada 161.752 kasus di kawasan ASEAN. Incidence Rate-nya mencapai 50,23 per 100.000 penduduk. Yang lebih memprihatinkan, dari jumlah itu, 673 nyawa melayang dengan case fatality rate 0,42 persen. Lonjakan ini jelas butuh kerja sama erat antarnegara untuk ditangani.
Menurut sejumlah saksi, dr. Prima Yosephine, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, menegaskan bahwa penanggulangan dengue harus jadi prioritas. "Dengue di kawasan ASEAN masih menjadi masalah," ujarnya. "Ini menjadi penting untuk kita memperkuat penanggulangannya."
Pernyataan itu disampaikannya dalam Forum Regional yang digelar Senin (9/2/2026), forum yang membahas aksi kolektif pencegahan dengue di Asia Tenggara.
Lalu, bagaimana situasi di dalam negeri? Ternyata juga tidak ringan. Data menunjukkan, sepanjang tahun lalu, kasus dilaporkan dari 475 kabupaten yang tersebar di 36 provinsi. Korban jiwa di Indonesia mencapai 224 orang. Fakta ini menegaskan bahwa ancaman dengue masih nyata dan mengintai.
Artikel Terkait
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Pemprov DKI Siap Ikuti Arahan Pusat Terkait WFH/WFA
Justin Hubner Tangkap Ambisi Besar Pelatih Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia
SoftBank Amankan Pinjaman USD 40 Miliar untuk Perkuat Investasi di OpenAI