Menyambut Ramadan, suasana di Balai Kota Jakarta tampak sibuk. Pemerintah Provinsi DKI tengah bersiap, waspada terhadap ancaman kenaikan harga beberapa bahan pokok. Gubernur Pramono Anung secara khusus menyoroti dua komoditas yang menurutnya paling rentan naik: minyak goreng dan cabai.
"Yang utama minyak sebenarnya," ujar Pramono, usai menggelar rapat paripurna membahas kesiapan menghadapi Ramadan, Selasa lalu.
"Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan."
Namun begitu, ia memastikan bahwa langkah antisipasi sudah disiapkan. Tujuannya jelas, menekan gejolak harga semaksimal mungkin. Pemantauan rutin terhadap stok dan harga di pasar akan terus dilakukan. Mereka juga masih mengandalkan sistem peringatan dini untuk membaca pergerakan harga komoditas strategis.
Tak cuma mengawasi, intervensi langsung juga siap diluncurkan. Salah satunya lewat program pasar murah.
"Kalau kemudian ada gejolak di pasar, kami setujui untuk dilakukan pasar murah di Jakarta," tegasnya.
Kabarnya, stok pangan di Ibu Kota secara umum masih aman. Laporan dari jajaran terkait menyebutkan, persediaan untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri seperti beras, daging, dan LPG 3 kilogram cukup tersedia. Ini jadi modal penting untuk menjaga stabilitas.
Di sisi lain, untuk mengatasi tekanan harga cabai, ada rencana unik yang digodok. Pemprov DKI berencana menggalakkan program penanaman cabai. Memang, lahan untuk urban farming di Jakarta sangat terbatas. Tapi bukan berarti tidak mungkin.
"Walaupun Jakarta urban farming-nya areanya terbatas, kegiatan untuk menanam cabai nanti akan kami galakkan," ucap Pramono.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Jangan sampai terjebak panic buying atau pembelian berlebihan. Pemerintah, kata dia, menjamin pasokan pangan pokok akan mencukupi sepanjang Ramadan hingga Lebaran nanti. Semua sudah dipersiapkan, tinggal eksekusi di lapangan.
Artikel Terkait
DPR Setujui Hibah Jepang Rp200 Miliar untuk Kapal Patroli RI
TNI Siapkan Personel Berpengalaman untuk Misi Perdamaian di Gaza
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Sebabkan Sungai Jaletreng Tercemar, Ikan Mati
Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Peringkat Turun ke Posisi 109 Dunia