Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Sebabkan Sungai Jaletreng Tercemar, Ikan Mati

- Selasa, 10 Februari 2026 | 15:45 WIB
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Sebabkan Sungai Jaletreng Tercemar, Ikan Mati

Warna Sungai Jaletreng di Tangerang Selatan berubah jadi putih. Fenomena aneh ini langsung bikin warga heboh. Ternyata, penyebabnya adalah kebakaran gudang pestisida yang terjadi di Kecamatan Setu, tepatnya di Kawasan Taman Tekno.

Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, membenarkan hal itu. "Betul. Akibat dari kebakaran di pergudangan Taman Tekno," ujarnya saat dikonfirmasi Senin lalu.

Dampaknya cukup parah. Ikan-ikan di sungai itu banyak yang mati. Dhady pun langsung mengingatkan masyarakat. Dia minta warga yang sempat memanen ikan dari Jaletreng untuk tidak mengonsumsinya. "Itu jelas berbahaya," tambahnya.

Menyikapi kejadian ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel langsung turun tangan. Tim mereka segera mendatangi lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Deni Danial, menjelaskan langkah yang diambil. "Kami sudah ambil sampel air yang berwarna putih itu," katanya. Sampel itu kemudian dibawa untuk diuji di laboratorium. Hasilnya nanti yang akan menentukan tindakan lebih lanjut.

Di sisi lain, kekhawatiran lain muncul: apakah air PDAM aman? Perseroda PITS, badan pengelola air minum daerah, angkat bicara. Melalui akun Instagram resminya, mereka berusaha menenangkan publik.

"Perseroda PITS memastikan air baku yang digunakan tidak terpengaruh oleh pencemaran air kali akibat kebakaran Gudang Pestisida," tulis pernyataan mereka.

Alasannya, meski Kali Jaletreng bermuara ke Sungai Cisadane, titik pengambilan air baku untuk PAM Tangsel letaknya jauh di hulu. Posisinya ada sebelum kedua aliran sungai itu bertemu. Dengan kata lain, sumber air mentahnya terpisah dari aliran yang tercemar.

"Sehingga air PAM Tangsel Perseroda PITS tetap aman dan tidak terdampak," tegas mereka. Pemantauan kualitas air baku juga diklaim masih sesuai standar yang berlaku.

Jadi, meski pemandangan di Sungai Jaletreng memprihatinkan air putih pekat dan ikan mati pasokan air minum untuk warga dikatakan masih dalam kondisi normal. Semuanya kini bergantung pada hasil uji lab dari DLH untuk mengetahui tingkat pencemaran yang sebenarnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar