Besok, Kamis (15/1), kawasan Senayan dan sekitarnya bakal ramai lagi. Massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh sudah menyiapkan aksi unjuk rasa di dua titik: gedung DPR dan Kementerian Ketenagakerjaan. Ini jadi lanjutan dari demo-demo sebelumnya akhir tahun lalu.
Menyikapi rencana itu, polisi mengaku sudah siap siaga. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, bilang rekayasa lalu lintas nanti sifatnya situasional. “Sifatnya situasional dengan tetap prioritaskan kegiatan aktivitas masyarakat,” ujarnya kepada awak media, Rabu (14/1).
Menurut Komarudin, penanganan arus lalu lintas bakal dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan. Polanya pun bisa beda-beda di tiap titik keramaian.
“Sekiranya perlu dilakukan rekayasa akan dilakukan secara bertahap. Ini berlaku di semua titik dengan pola yang berbeda di tiap titiknya,” ungkapnya.
“Protap pelayanan penyampaian pendapat dimuka umum kami siapkan setiap hari dengan situasi dan kondisi yg selalu menyesuaikan dinamika dan aktivitas masyarakat,” imbuh Komarudin.
Empat Tuntutan yang Dibawa Buruh
Presiden KSPI sekaligus ketua Partai Buruh, Said Iqbal, memperkirakan aksi ini akan diikuti sekitar 500 sampai 1.000 pekerja. Mereka berasal dari kawasan Jabodetabek, Karawang, dan Purwakarta.
Ada empat tuntutan utama yang dibawa. Pertama, mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 menjadi Rp 5,89 juta.
Artikel Terkait
Truk Mogok di Exit Tol Semanggi, Gatot Subroto Macet Parah Dua Arah
Setelah Dua Dekade, Tiang Monorel Mangkar Akhirnya Dibongkar
Antrean Panjang di Depok, Penumpang Transjakarta Rindu Halte Permanen
Laga Sengit di Lumpur Boyolali, Menteri Yandri Saksikan Serenan Hajar Dawungsari 5-1