Suasana di Parc des Princes Kamis malam lalu jelas bukan milik Liverpool. Di bawah tekanan PSG yang begitu dominan, The Reds akhirnya menyerah dengan skor 2-0 di leg pertama perempat final Liga Champions. Kekalahan ini, meski pahit, tak serta-merta membuat pelatih Arne Slot menyerah. Ia masih melihat secercah harapan untuk leg kedua di Anfield pekan depan.
“Paris Saint-Germain jauh lebih baik hari ini,” akui Slot dengan jujur, usai laga. “Mereka bisa saja mencetak lebih dari dua gol. Tapi, sisi positifnya, anak-anak saya tetap menunjukkan semangat juang sampai peluit akhir.”
Statistik pertandingan memang bicara sangat keras. PSG menguasai bola hingga 70 persen dan melepaskan 18 percobaan gol. Sangat kontras dengan Liverpool yang hanya mampu membalas dengan tiga tembakan. Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia, yang semakin mempertegas superioritas mereka malam itu.
Slot pun tak menampik bahwa timnya sedang berada dalam fase sulit. Dari enam laga terakhir, hanya satu kemenangan yang berhasil direngkuh. “Anda pasti merasa bisa tampil lebih baik,” ujarnya. “Tapi kenyataannya, kami lebih banyak bertahan. Mungkin ini memang periode di mana kami harus lebih banyak bekerja di fase bertahan.”
Keputusannya untuk memainkan formasi tiga bek tengah dan, yang lebih mengejutkan, membiarkan Mohamed Salah di bangku cadangan sepanjang laga, menuai banyak tanya. Apalagi saat Liverpool mati-matian butuh gol. Slot punya alasan tersendiri.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon