ASDP Tambah Lajur Antrean Motor di Bakauheni untuk Arus Balik Lebaran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 17:40 WIB
ASDP Tambah Lajur Antrean Motor di Bakauheni untuk Arus Balik Lebaran

Selasa (24/3/2026) pagi, suasana di Pelabuhan Bakauheni sudah ramai. Ini adalah puncak arus balik Lebaran gelombang pertama. Menghadapi itu, PT ASDP Indonesia Ferry Regional Dua punya langkah praktis: menambah satu lajur buffer zone khusus untuk sepeda motor.

Sebelumnya, antrean motor hanya punya dua lajur. Kini, dengan tambahan satu lajur lagi, antrean yang biasanya mengular jauh ke belakang terlihat lebih tertata. Kendaraan terus berdatangan sejak subuh, tapi kondisi zona tunggu itu relatif lebih longgar.

Menurut pantauan di lapangan, arus pergerakan dari buffer zone menuju dermaga berjalan lancar. Faktor utamanya, banyak dermaga yang dioperasikan. Pesepeda motor tidak perlu menunggu terlalu lama. Setelah menunggu sebentar, mereka langsung diarahkan ke dermaga yang kosong seperti dermaga enam dan tujuh di mana kapal sudah siap menampung.

Meski begitu, antrean pasti muncul lagi saat naik ke kapal. Proses boarding itu berjalan perlahan, satu per satu, membuat antrian terbentuk natural di depan pintu kapal. Tapi secara umum, situasinya terkendali.

Executive Director Regional Dua PT ASDP Indonesia Ferry, Zulvidon, memberikan data terbaru. Hingga pukul 14.00 pada 23 Maret 2026, tercatat 13.145 kendaraan telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa via Bakauheni.

“Kami menyampaikan di H 1 ini tanggal 23 Maret. Jadi, yang sudah menyeberang hari ini, reservasi untuk roda 2 kurang lebih 6.000 sepeda motor. Update tadi jam 14.00. Terus untuk yang kendaraan golongan empat atau roda empat itu 7.145 unit,” jelas Vidon, Senin sore.

Angka itu menunjukkan komposisi yang menarik: sekitar 6.000 unit adalah sepeda motor, sementara sisanya, 7.145 unit, adalah mobil.

Nah, untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan yang lebih besar, manajemen pelabuhan sebenarnya sudah menyiapkan skema “Satu Kapal Khusus Sepeda Motor”. Rencana cadangan ini bisa diterapkan jika kepadatan memuncak.

Tapi sejauh ini, skema itu belum dijalankan. Alasannya, arus kendaraan dinilai belum mengalami lonjakan yang signifikan. Jadi untuk sementara, pemudik yang membawa motor masih berbagi ruang di kapal yang sama dengan mobil.

“Untuk saat ini kami masih share ke semua kapal. Jadi belum ada yang khusus untuk sepeda motor. Nanti kita lihat kepadatan, baru kita menggunakan skema khusus. Karena sekarang masih tergolong lancar,” pungkas Vidon.

Jadi, semua masih berjalan sesuai skenario. ASDP tampaknya siap, menunggu waktu dan memantau perkembangan arus mudik balik yang diprediksi masih akan terus berlanjut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar