Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis

- Kamis, 09 April 2026 | 12:30 WIB
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis

Mencekam! Dua Penumpang Lompat dari Angkot yang Melaju Usai Dibegal di Medan

Suasana siang di Medan, Selasa (7/4) lalu, berubah jadi mencekam. Di dalam angkutan kota nomor 81, dua perempuan muda harus memilih langkah nekat: melompat dari kendaraan yang masih melaju kencang. Semua ini dilakukan untuk menghindari ancaman parang seorang begal yang tiba-tiba beraksi.

Keduanya adalah NNT (24), seorang mahasiswi, dan EPH (24), karyawan sebuah apotek. Menurut informasi, kondisi EPH cukup parah. Ia masih belum sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Medika. NNT juga mengalami luka-luka, meski tak separah rekannya.

Kronologinya bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Kedua korban baru saja naik angkot dari kawasan Jalan Simpang Martubung. Semua masih biasa saja, sampai angkot melintas di dekat Simpang Jalan KIM. Di situlah seorang pelaku, dengan tiba-tiba, mengacungkan parang dan mulai mengancam para penumpang.

Panik. Itulah yang pasti dirasakan NNT dan EPH saat itu. Di tengah ketakutan yang luar biasa, mereka melihat satu-satunya jalan keluar. Begitu angkot mendekati SPBU Simpang Kayu Putih, dengan jantung berdebar kencang, keduanya memutuskan untuk terjun.

Di sisi lain, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik mencekam itu. Angkot terlihat melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan sempat dikejar oleh beberapa pengendara lain yang mungkin menyadari ada yang tidak beres. Dalam rekaman itu juga terlihat sang sopir angkot dalam kondisi tak berdaya parang si pelaku ditempelkan ke lehernya, memaksanya untuk terus berkendara.

Selain cedera fisik, kedua korban juga mengalami kerugian materi. Dua unit ponsel dan sejumlah barang berharga lainnya raib dibawa pelaku. Hingga saat ini, kabar tentang kondisi sopir angkot masih simpang siur dan belum bisa dipastikan.

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian sudah bergerak. Polsek Medan Labuhan telah menerima laporan dan langsung turun tangan menyelidiki.

“Kami sudah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang melakukan aksi tersebut,”

kata Kanit Reskrim Medan Labuhan, Iptu Dr Nodi, Kamis (9/4).

Upaya pemburuan terhadap pelaku begal bersenjata tajam itu masih terus dilakukan. Polisi tengah mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap tuntas kasus yang membuat resah warga ini. Masyarakat pun diharap tetap waspada.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar