Mencekam! Dua Penumpang Lompat dari Angkot yang Melaju Usai Dibegal di Medan
Suasana siang di Medan, Selasa (7/4) lalu, berubah jadi mencekam. Di dalam angkutan kota nomor 81, dua perempuan muda harus memilih langkah nekat: melompat dari kendaraan yang masih melaju kencang. Semua ini dilakukan untuk menghindari ancaman parang seorang begal yang tiba-tiba beraksi.
Keduanya adalah NNT (24), seorang mahasiswi, dan EPH (24), karyawan sebuah apotek. Menurut informasi, kondisi EPH cukup parah. Ia masih belum sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Medika. NNT juga mengalami luka-luka, meski tak separah rekannya.
Kronologinya bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Kedua korban baru saja naik angkot dari kawasan Jalan Simpang Martubung. Semua masih biasa saja, sampai angkot melintas di dekat Simpang Jalan KIM. Di situlah seorang pelaku, dengan tiba-tiba, mengacungkan parang dan mulai mengancam para penumpang.
Panik. Itulah yang pasti dirasakan NNT dan EPH saat itu. Di tengah ketakutan yang luar biasa, mereka melihat satu-satunya jalan keluar. Begitu angkot mendekati SPBU Simpang Kayu Putih, dengan jantung berdebar kencang, keduanya memutuskan untuk terjun.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon