Data dari Berbagai Institusi Internasional
Informasi mengenai gempa ini juga dicatat oleh sejumlah lembaga geofisika terkemuka dunia. Menurut data dari Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), guncangan terjadi pada pukul 07:43:24 GMT dengan kedalaman hiposenter sekitar 630 kilometer, mengonfirmasi karakter gempa dalam yang dirasakan BMKG.
Pusat gempa, berdasarkan koordinat awal, terletak di 21,71 derajat Lintang Selatan dan 179,71 derajat Bujur Timur. Sumber lain melaporkan lokasi tersebut berada sekitar 416 kilometer di selatan Levuka dan 423 kilometer di selatan-tenggara Ibu Kota Fiji, Suva.
Peringatan Risiko dan Kondisi Bangunan Setempat
United States Geological Survey (USGS), badan geologi Amerika Serikat, menyatakan gempa ini tidak memicu peringatan tsunami. Mereka bahkan mengeluarkan peringatan level "Hijau" untuk risiko kematian dan kerugian ekonomi, yang menunjukkan kemungkinan dampak tersebut sangat rendah.
Meski demikian, catatan mengenai kerentanan bangunan di kawasan itu patut menjadi perhatian. Secara umum, struktur bangunan di wilayah episentrum memiliki variasi ketahanan. Bangunan yang paling rentan terhadap guncangan adalah konstruksi informal dari bahan seperti logam, kayu, atau seng, serta bangunan dengan konstruksi campuran yang tidak dirancang khusus untuk menahan gempa. Analisis ini memberikan konteks mengapa, meski kekuatannya signifikan, gempa yang sangat dalam ini diperkirakan hanya menimbulkan dampak permukaan yang terbatas.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut