MURIANETWORK.COM - Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6 mengguncang wilayah selatan Kepulauan Fiji pada Minggu (22/2/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas menyatakan bahwa guncangan yang berpusat sangat dalam ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi.
Analisis BMKG: Pusat Dalam dan Tidak Berpotensi Tsunami
Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa episentrum gempa terletak pada kedalaman sekitar 653 kilometer di bawah permukaan bumi. Guncangan ini dipicu oleh aktivitas subduksi, di mana Lempeng Pasifik bergerak menunjam ke bawah Lempeng Australia.
Rahmat Triyono memaparkan mekanisme gempa lebih lanjut. "Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik (oblique thrust-fault)," jelasnya dalam keterangan resmi.
Berdasarkan analisis mendalam yang dilakukan oleh timnya, Rahmat kembali menegaskan bahwa tidak ada ancaman gelombang tsunami terhadap Indonesia. Ia juga mengimbau kewaspadaan yang tenang dari masyarakat.
"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," ungkapnya.
Artikel Terkait
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes