Awalnya cuma suara gaduh. Lalu teriakan minta tolong yang memecah kesunyian. Saat Nurlela keluar, ia melihat cucu korban menggoyang-goyangkan pagar rumah dengan panik.
"Awalnya sih cuma kedengeran minta tolong aja. Awalnya gebrak-gebrak gerbang kan, terus saya keluar nanya ada apa? Minta tolong, dia bilang awalnya ibunya digorok, terus langsung balik lagi. Pas kita lihat bukan ibunya, tapi neneknya itu," kata Nurlela, suaranya masih bergetar.
Ia kemudian menyaksikan pemandangan yang takkan mudah dilupakan. Korban, EN, sempat keluar rumah. Tangannya menekan kuat lehernya yang terluka, sebelum akhirnya masuk kembali. Situasi langsung kacau.
"Si korbannya juga sempat keluar, sambil pegangin lehernya tapi langsung masuk lagi. Keluarganya juga keluar minta tolong, ada anak kecil dia cucunya korban juga keluar teriak minta tolong jerit-jerit dia minta tolong, mantunya korban juga keluar minta tolong," imbuhnya, menggambarkan kepanikan yang melanda tempat itu.
Kini, NA telah diamankan. Kisah rumah tangga yang berakhir di ujung pisau ini meninggalkan duka dan tanda tanya besar. Bagaimana sebuah rasa kesal bisa berubah menjadi tindakan sekeji itu, hanya pelaku yang tahu. Yang jelas, sebuah keluarga telah hancur.
Artikel Terkait
Wali Kota Madiun Bantah Gratifikasi, KPK Sita Rp 550 Juta dari Orang Kepercayaannya
Brimob Banten Bersihkan Sekolah dan Bagikan Al-Quran untuk Korban Banjir Aceh Utara
Prabowo Bawa Pulang Komitmen Inggris untuk 1.500 Kapal Ikan
KPK Berburu Tim 8, Jaringan Pemerasan di Balik OTT Bupati Pati