Wali Kota Palembang Ratu Dewa Soroti Penurunan Dana TKD Rp 480 Miliar, Ini Dampaknya

- Kamis, 13 November 2025 | 19:12 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa Soroti Penurunan Dana TKD Rp 480 Miliar, Ini Dampaknya

Wali Kota Palembang Ungkap Penurunan Dana TKD Rp 480 Miliar dan Dampaknya

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan adanya pengurangan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang diprediksi mencapai Rp 480 miliar pada tahun 2025. Pengurangan dana ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap berbagai program pembangunan di Kota Palembang.

Pernyataan Resmi dalam Forum Silaturahmi

Pernyataan ini disampaikan Ratu Dewa dalam acara silaturahmi dan Forum Group Discussion (FGD) yang mempertemukan Pemerintah Kota Palembang dengan organisasi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB). Acara tersebut berlangsung pada Kamis, 13 November 2025.

Prioritas Pelayanan Dasar Tetap Diutamakan

Di tengah tantangan anggaran ini, Wali Kota menegaskan komitmennya. "Saya telah menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa pelayanan dasar tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan," ujarnya. Prioritas tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, serta pemeliharaan infrastruktur perkotaan seperti jalan lingkungan, jalan kota, jalan provinsi, dan penerangan jalan.

Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Kota

Lebih lanjut, Ratu Dewa menekankan peran strategis generasi muda. Menurutnya, pembangunan Kota Palembang ke depan sangat bergantung pada kontribusi pemuda sebagai identitas dan kekuatan masa depan kota.

Ajakan untuk Memberikan Masukan Konstruktif

Wali Kota juga membuka ruang partisipasi publik. "Saya sangat mengharapkan gagasan dan masukan yang bersifat konstruktif untuk kemajuan pemerintah," kata Ratu Dewa. Ia menyebutkan bahwa masukan dapat mencakup berbagai aspek permasalahan kota, mulai dari perekonomian, budaya, pendidikan, hingga kesehatan.

Pekat IB Diajak Jadi Mitra Progresif Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Ratu Dewa mengajak Pekat IB untuk menjadi mitra pemerintah daerah yang progresif. Ia menekankan pentingnya semangat progresif yang diimbangi dengan pendekatan perubahan yang evolutif, bertahap, dan berjenjang. Hal ini, menurutnya, adalah kunci agar pembangunan dapat berjalan dengan terukur dan berkelanjutan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar