Taj Yasin Beri Pesan Terakhir ke Jemaah Haji Jateng: Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

- Rabu, 22 April 2026 | 08:40 WIB
Taj Yasin Beri Pesan Terakhir ke Jemaah Haji Jateng: Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

Di Bandara Adi Soemarmo, suasana haru dan semangat menyelimuti para calon jemaah. Taj Yasin hadir memberikan pesan terakhirnya. Intinya jelas: jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan yang tak kalah penting, jaga nama baik daerah serta Indonesia di Tanah Suci. Ia menekankan, semua itu bisa terwujud jika jemaah patuh pada arahan pembimbing serta jadwal yang sudah ditetapkan.

"Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH," ujar Taj Yasin, Rabu (22/4/2026).

Kloter pertama yang diberangkatkan adalah SOC 1 dari Kabupaten Tegal. Mereka dijadwalkan terbang dini hari pukul 01.05 WIB, menumpangi pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 dengan tujuan akhir Madinah.

Secara keseluruhan, kuota haji Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 orang. Angka itu terbagi atas 32.138 jemaah urut porsi biasa, ditambah 1.706 jemaah prioritas lansia. Tak lupa, ada juga 191 petugas haji daerah dan 87 pembimbing KBIH yang ikut mendampingi.

Mereka semua akan berangkat melalui dua pintu. Sebanyak 81 kloter atau sekitar 28.772 jemaah lewat Embarkasi Solo dengan pendampingan 321 petugas. Sementara itu, 15 kloter lainnya yang berasal dari wilayah Kedu, berjumlah 5.368 orang, diberangkatkan via Embarkasi Yogyakarta (YIA) dengan 60 petugas pendamping.

Kembali ke pesan Wakil Gubernur, Taj Yasin juga mengingatkan soal daya tahan tubuh. Perjalanan ibadah yang panjang, sekitar 40 hari, menuntut persiapan fisik yang matang sejak dari rumah. "Jaga kesehatan, jaga kekompakan," pesannya singkat namun penuh makna.

Ia punya pesan khusus tentang sikap dan perilaku. Reputasi jemaah Indonesia yang dikenal tertib dan sopan harus terus dipertahankan, dan kontribusi jemaah Jateng di dalamnya sangat diharapkan.

"Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana," tegasnya.

Di sisi lain, persiapan kesehatan menjadi perhatian serius. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, menjelaskan bahwa panitia telah melakukan pengecekan ulang yang komprehensif terhadap dokumen istitha'ah semacam surat keterangan kemampuan fisik dan mental calon jemaah.

"Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha'ah dari seluruh jemaah," ujar Yunita.

Menurutnya, kloter pertama dalam kondisi aman. Namun ada sedikit kendala di kloter berikutnya. Pada kloter 2, dua jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi. Di kloter 3, dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih dalam observasi. Tapi kondisi ini belum tentu menggagalkan kepergian mereka. Tim medis yang siaga 24 jam akan melakukan asesmen khusus untuk memutuskan kelayakan terbang.

"Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat," kata Yunita.

Di tengah kerumunan, terlihat Maliyah (75), seorang calon jemaah asal Margasari, Tegal. Wajahnya berseri meski harus duduk di kursi roda. Perjalanan spiritual ini sangat ia nantikan, setelah mengantri selama 14 tahun.

"Hari Senin sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus," ucapnya lega.

Ceritanya punya sisi yang mengharukan. "Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu," sambungnya.

Pengalaman berbeda disampaikan Ahmad Risyanto, Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Tegal. Menurutnya, pelayanan haji tahun ini terasa lebih baik. Pembagian kebutuhan jemaah lebih rapi, administrasi lebih jelas, dan alur keberangkatan tidak membingungkan.

"Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik," kata Ahmad.

Sebagai catatan, Embarkasi Solo kembali mendapatkan fasilitas Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo. Layanan ini bertujuan memangkas waktu proses dan mengurangi kelelahan jemaah. Selain itu, kartu Nusuk kartu serbaguna untuk jemaah sudah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi, mempermudah perjalanan mereka nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags