Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi dari PT Agung Podomoro Land (APLN). Permintaan ini menyusul rencana perusahaan properti itu untuk melepas Mall Deli Park di Medan. Nilainya tak main-main: Rp2,44 triliun.
Rencananya, mall yang berada di Sumatera Utara itu akan dijual kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI). Penjualan dilakukan melalui entitas anak APLN, PT Sinar Menara Deli (SMD).
Lantas, untuk apa dana segunung itu? Menurut penjelasan manajemen APLN, hasil penjualan akan dipakai untuk beberapa hal. Pertama, tentu saja untuk mengurangi beban utang atau deleveraging. Kedua, guna memperkuat struktur modal perusahaan.
“Penjualan Mall Deli Park merupakan bagian dari strategi perseroan dalam melakukan optimalisasi dan rebalancing portofolio aset,” jelas manajemen APLN dalam keterangan tertulisnya ke BEI, Senin (19/1/2026).
Dengan langkah ini, perusahaan berharap bisa lebih fokus mengembangkan aset-aset strategis yang punya kontribusi besar untuk kinerja jangka panjang.
Tak hanya itu, dana tersebut juga akan mengalir ke pengembangan proyek di Balikpapan lewat anak usahanya, PT Pandega Citraniaga. Plus, tentu saja, untuk biaya operasional dan investasi ke depan.
Soal rincian penggunaan dana, manajemen merincinya. Sebagian akan dipakai melunasi utang SMD ke Bank Maybank Indonesia sebesar Rp252 miliar. Lalu, ada juga pelunasan sebagian utang perseroan ke Bank Danamon Indonesia senilai Rp400 miliar.
Nah, terkait harga jual Rp2,44 triliun itu, APLN menegaskan bahwa angka itu sudah termasuk PPN. Pembayarannya pun dilakukan sekaligus, bersamaan dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Menurut mereka, penentuan harga itu sudah wajar. Mereka mempertimbangkan kondisi pasar properti saat ini, karakteristik aset, dan tentu saja hasil negosiasi yang dilakukan secara independen.
“Perseroan menilai bahwa harga transaksi tersebut telah mencerminkan nilai wajar aset dan tidak merugikan kepentingan perseroan maupun pemegang saham,” kata manajemen.
Sebelum dilepas, bagaimana kinerja SMD selaku pemilik mall? Hingga 30 September 2025, total pendapatan SMD tercatat Rp343,74 miliar. Angka ini datang dari penjualan apartemen, kondominium, dan perkantoran (Rp199,78 miliar), pendapatan sewa Mall Deli Park (Rp138,77 miliar), serta pendapatan lain-lain.
Laba bersihnya mencapai Rp24,63 miliar. Namun begitu, dampak penjualan mall ini terhadap pendapatan dan laba SMD ke depannya masih sedang dihitung. Proses penyusunannya masih berjalan.
Artikel Terkait
Saham Teknologi dan Harapan Damai Iran Dorong S&P 500 serta Nasdaq ke Rekor Tertinggi Baru
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru Ditopang Harapan Damai AS-Iran serta Lonjakan Saham Semikonduktor
Saham Teknologi dan Harapan Damai Iran Dorong S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi
BEI Rombak Indeks LQ45 dan IDX80, Saham BREN dan DSSA Terdepak Akibat Aturan Kepemilikan Baru