Kuota Mudik Gratis Polres Bogor Terisi 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit

- Selasa, 10 Maret 2026 | 15:50 WIB
Kuota Mudik Gratis Polres Bogor Terisi 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit

Antusiasme warga Bogor terhadap program mudik gratis dari Polres setempat ternyata luar biasa. Bayangkan, hanya dalam 12 menit setelah pendaftaran online dibuka, kuota pendaftar langsung melonjak. Tercatat lebih dari seribu orang tepatnya 1.063 orang sudah mengisi formulir.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengonfirmasi hal ini.

"Dalam kurun waktu 12 menit setelah pendaftaran daring atau online dibuka, tercatat sebanyak 1.063 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini,"

Begitu pernyataannya, Selasa (10/3) lalu.

Melihat animo yang tinggi itu, Polres pun menyiapkan 20 unit bus. Armada ini rencananya akan mengangkut sekitar seribu pemudik. Pembagiannya sederhana: sepuluh bus untuk jalur pantura, sepuluh lagi untuk pansela.

Nah, soal rutenya, untuk jalur pantura bus akan melaju dari Cibinong menuju Cirebon, Brebes, Pemalang, Batang, Kendal, dan berakhir di Semarang. Sedangkan jalur pansela akan menyusur Cibinong-Bandung-Tasikmalaya, lalu ke Banjar, Karangpucung, Wangon, Gombong, Kebumen, dan terakhir Purworejo.

Setelah gelombang pendaftaran online pada 7-8 Maret kemarin, sekarang prosesnya masuk tahap verifikasi. Periode 9-10 Maret ini, para pendaftar harus datang sendiri ke Sat Lantas Polres Bogor. Mereka perlu membawa dokumen seperti KK, KTP, plus bukti domisili di Kabupaten Bogor. Nomor antrean juga harus diambil.

Wikha menegaskan hal ini.

"Masyarakat yang sudah mendaftar wajib datang langsung ke Sat Lantas Polres Bogor untuk melakukan verifikasi,"

Bagi yang lolos verifikasi, perjalanan mudik gratis akan dimulai pada 18 Maret mendatang. Titik kumpul dan pemberangkatan semua bus ada di Stadion Pakansari, Cibinong.

Program ini, menurut Wikha, adalah bentuk nyata kepedulian Polres. Tujuannya jelas: membantu warga yang ingin pulang kampung merayakan Lebaran dengan tenang, aman, dan yang paling penting, tanpa harus memikirkan ongkos.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar