Jalur Pantura di Cirebon mulai ramai. Bukan cuma oleh deru kendaraan pemudik, tapi juga oleh lapak-lapak pedagang yang bermunculan di pinggir jalan. Mereka memanfaatkan gelombang tahunan ini untuk mencari rezeki tambahan.
Salah satunya adalah Santi, warga Sunyaragi. Lapak sederhananya terlihat di antara lalu lalang kendaraan yang tak pernah benar-benar sepi.
"Momentum saja. Kalau lagi mudik baru jualan di sini,"
ujarnya, ditemui di lokasi pada Kamis lalu. Baginya, ritual mudik Lebaran adalah alarm untuk mulai berdagang. Di hari-hari biasa, lokasi itu mungkin tak semenarik ini.
Menurut Santi, baru beberapa hari ini dagangannya mulai menunjukkan peningkatan. Tapi sejauh ini, arus mudik yang lewat masih terbilang belum padat. Ramainya masih kalah jauh dibanding hari-hari jelang puncak.
"Lumayan sih, sudah ada yang beli. Tapi kalau dibanding kemarin-kemarin memang belum terlalu ramai,"
katanya sambil menata dagangan.
Puncak harapannya tentu pada H-3 Lebaran sampai malam takbiran. Saat itulah jalanan benar-benar dipadati kendaraan, dan omzetnya bisa melonjak drastis. Santi mengaku, dalam satu hari di puncak mudik, pendapatannya bisa menyentuh angka Rp1,5 juta. Angka yang cukup berarti untuknya.
Namun begitu, dia tak langsung menutup lapak begitu Lebaran tiba. Pengalamannya menunjukkan, arus balik atau sekadar kendaraan yang masih melintas di hari raya tetap memberinya peluang.
"Biasanya sampai malam Lebaran juga masih ramai. Kadang hari Lebaran juga masih buka,"
tuturnya. Tampaknya, setiap roda yang berputar di jalur Pantura itu adalah kesempatan. Dan Santi memastikan tak ada satu pun yang terlewat begitu saja.
Momen mudik, baginya, adalah tentang kerja keras dan kesabaran. Menunggu di tepi jalan, berharap rezeki ikut melintas.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun