Pendaftaran tahap pertama beasiswa LPDP untuk tahun 2026 resmi dibuka. Kali ini, ada angin segar dalam pendekatannya. LPDP tak lagi sekadar membiayai kuliah, tapi benar-benar mendorong studi yang punya dampak nyata buat Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @lpdp_ri, dijelaskan bahwa terjadi pergeseran visi. Dari yang tadinya berpusat pada pendidikan, kini lebih digerakkan oleh dampak. Intinya, minat studi dan kontribusi calon penerima terhadap industri strategis nasional jadi penilaian utama.
Nah, apa saja yang baru? Mari kita lihat.
Pertama, Semua Terpusat dalam Satu Platform
Kini prosesnya lebih terpadu. Kemdiktisaintek, Kemdikdasmen, Kemenag, dan LPDP bergabung dalam satu portal. Untuk pendaftaran dan seleksi, calon pendaftar mengakses situs beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id. Sementara untuk pelayanan dan penyaluran beasiswa, melalui ebeasiswa-lpdp.kemenkeu.go.id.
Kedua, Fokus yang Lebih Tajam ke STEM
LPDP secara khusus membuka Program Beasiswa STEM Industri Prioritas. Tujuannya jelas: menguatkan delapan industri strategis yang diharapkan jadi lokomotif pembangunan. Bidang-bidang yang dimaksud meliputi Energi, Pertahanan, Digitalisasi (seperti AI dan Semikonduktor), Hilirisasi, Kesehatan, Pangan, Maritim, serta Material dan Manufaktur Maju.
Namun begitu, bidang non-STEM yang punya kaitan erat juga tak ditinggalkan. Misalnya, Kewirausahaan, Bisnis dan Ekonomi, serta Hukum dan Kebijakan Publik tetap mendapat ruang. Asalkan, bidang-bidang ini punya 'sifat' STEM yang bisa mendukung industri strategis tadi.
Ketiga, Ruang untuk Ilmu Sosial dan Humaniora
Di sisi lain, LPDP paham bahwa pembangunan bukan cuma soal teknologi. Ilmu sosial dan humaniora dibutuhkan untuk memberi makna dan arah yang tepat, agar pembangunan benar-benar menjawab persoalan di masyarakat. Untuk itu, Program SHARE tetap dijalankan.
Program ini mencakup Social, Humanities, Arts, Religious Studies, dan Economics.
Keempat, Afirmasi Masih Ada, Caranya yang Berbeda
Artikel Terkait
Pemotor Ngamuk Tusuk Warga Usai Ditegur Merokok di Jalan
Daan Mogot Masih Tergenang, Arus Lalu Lintas Tersendat
Gempa 3,8 SR Guncang Blitar, Pusatnya di Kedalaman 80 Kilometer
Banjir di Jakarta Mulai Surut, 114 RT Masih Terendam