BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Dampak Ekonomi Dirasakan Hampir 5.000 Warga Pesisir

- Kamis, 23 April 2026 | 22:20 WIB
BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Dampak Ekonomi Dirasakan Hampir 5.000 Warga Pesisir

IDXChannel – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI makin serius soal urusan lingkungan. Lewat program regenerasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi, mereka ingin menunjukkan komitmen terhadap pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan. Program ini bertepatan dengan semangat Hari Bumi yang jatuh pada 22 April lalu.

Hasilnya? Cukup menggembirakan. Sekitar 50 hektare lahan kritis berhasil direhabilitasi. Dan bukan cuma itu dampak ekonominya juga terasa oleh hampir 5.000 warga pesisir di sana.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa kawasan Teluk Pangpang sebenarnya punya fungsi ekologis yang penting. Tapi sebelumnya, tempat ini sempat terdegradasi. Penyebabnya macam-macam: tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan yang gak terkendali.

"Aksi nyata BNI di kawasan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Program ini dijalankan lewat inisiatif yang namanya BNI Berbagi. Pendekatannya kolaboratif nggak sendiri. Mereka menggandeng masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, dan pemerintah daerah. Kegiatannya pun nggak main-main: dari penanaman mangrove di area terdampak, pemeliharaan selama tiga tahun, sampai pengembangan kawasan yang berbasis masyarakat.

Nah, sekarang kondisi di lapangan sudah mulai berubah. Kawasan mangrove yang tadinya rusak kini berfungsi lagi sebagai benteng alami pesisir. Risiko abrasi dan banjir rob berkurang, terutama buat warga Dusun Tegalpare. Di sisi lain, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Misalnya ekowisata, budidaya kepiting soka, pembibitan mangrove, dan produk turunan lainnya.

Dari sisi hitung-hitungan ekonomi, BNI mencatat dampaknya cukup signifikan. Berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI), setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sebesar Rp3,35 hingga akhir 2025. Angka ini diproyeksikan naik lagi jadi Rp7,23 pada periode 2026–2027. Soalnya, ekosistem mangrove di sana makin matang seiring waktu.

"Capaian ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan yang dirancang secara tepat mampu memberikan dampak multiplikasi yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Okki lagi.

Menurut BNI, investasi di sektor lingkungan itu nggak cuma soal menyelamatkan ekosistem. Tapi juga soal memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, mereka berencana memperluas inisiatif serupa. Caranya? Dengan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan biar skala dan dampak program makin besar.

Jadi, lewat program ini, BNI pengin menunjukkan satu hal: pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan bareng. Nggak perlu saling mengorbankan. Dan pada akhirnya, ini semua mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(Febrina Ratna Iskana)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar