Dua Personel Angkatan Udara Israel Didakwa Jadi Mata-Mata untuk Iran

- Jumat, 24 April 2026 | 02:45 WIB
Dua Personel Angkatan Udara Israel Didakwa Jadi Mata-Mata untuk Iran

Israel baru saja menjatuhkan dakwaan terhadap dua personel angkatan udaranya. Tuduhannya berat: diduga bekerja untuk intelijen Iran. Kedua orang itu kini menghadapi masalah hukum yang serius.

Menurut laporan yang dimuat Haaretz dan dikutip Aljazeera pada Jumat (24/4), kasus ini diungkap oleh militer Israel bersama Shin Bet dinas intelijen dalam negeri dan juga kepolisian. Mereka bilang kedua teknisi ini melanggar aturan keamanan yang sangat serius. Isi dakwaannya? Membantu musuh dan membocorkan informasi sensitif. Bayangkan, mereka adalah personel yang seharusnya menjaga kerahasiaan pertahanan negara.

Satu prajurit didakwa karena melakukan kontak langsung dengan agen asing. Sementara yang satu lagi, dituduh memfasilitasi terjadinya kontak itu. Jadi semacam peran yang berbeda tapi sama-sama bermasalah.

Di awal penyelidikan, pihak berwenang menemukan bahwa keduanya sempat memutus hubungan dengan pengendali dari Iran. Alasannya? Mereka menolak menjalankan tugas-tugas tertentu yang berkaitan dengan persenjataan. Tapi ceritanya tidak berhenti di situ.

Setelah komunikasi itu diputus oleh pihak Iran, menurut para pejabat, kedua prajurit ini justru mencoba membangun ulang kontak tersebut. Aneh, ya? Sempat menolak, eh malah kemudian berusaha menyambung lagi.

Kementerian Pertahanan Israel, dalam pernyataan yang dikutip Aljazeera, memberikan satu contoh yang cukup mencengangkan.

"Salah satu prajurit menyerahkan materi pelatihan militer terkait sistem jet tempur kepada agen Iran, bersama dengan rekaman instalasi dan area di sebuah pangkalan militer," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Kasus ini jelas mengundang banyak pertanyaan. Bagaimana bisa personel yang punya akses ke informasi sensitif seperti itu bisa terlibat? Apakah ada celah dalam sistem pengawasan internal? Tapi untuk sekarang, yang jelas kedua prajurit itu harus berurusan dengan hukum. Dan tuduhan membantu musuh di masa perang bukanlah perkara ringan bisa dibilang ini adalah salah satu dakwaan terberat yang bisa dijatuhkan pada personel militer.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar