Bulog Pastikan Stok Beras dan MinyaKita Aman untuk Bantuan Pangan Februari-Maret 2026

- Jumat, 24 April 2026 | 02:00 WIB
Bulog Pastikan Stok Beras dan MinyaKita Aman untuk Bantuan Pangan Februari-Maret 2026

IDXChannel Bulog ngasih kepastian: stok beras dan MinyaKita aman. Ini penting banget buat mendukung penyaluran Bantuan Pangan buat Februari–Maret 2026 yang bakal dikirim sekaligus.

Program ini sebenernya bagian dari usaha pemerintah buat jaga daya beli masyarakat. Juga biar akses pangan tetap lancar di tengah kebutuhan yang makin meningkat.

Nah, Direktur Pemasaran Bulog, Febby Novita, bilang kalau secara nasional program ini menyasar 33.244.408 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Total kebutuhannya gede banget: 664.888 ton beras dan 132,9 juta liter MinyaKita. Sampai sekarang, realisasi penyaluran baru sekitar 20 persen. Tapi kata Febby, ini bakal terus dipercepat di semua wilayah Indonesia.

Dia juga ngegas pengawasan dilakukan biar bantuan tepat sasaran. Baik dari sisi jumlah maupun kualitas.

“Kami memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak dengan kualitas terjaga dan jumlah yang sesuai. Dengan dukungan stok yang kuat, penyaluran diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Setiap PBP dapet jatah 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita per alokasi. Tapi karena penyaluran ini buat dua alokasi sekaligus, total yang diterima masing-masing penerima jadi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Lumayan, kan?

Di sisi lain, Bulog memastikan semua komoditas udah lewat pengawasan mutu. Distribusinya juga pakai jaringan logistik yang ada. Koordinasi sama pemerintah daerah terus diperkuat. Soalnya, kelancaran distribusi sampai ke penerima itu nggak bisa main-main.

Dengan stok yang terjaga dan distribusi yang menjangkau sampai tingkat desa dan kelurahan, Bulog pengin masyarakat tenang aja. Nggak perlu khawatir soal pasokan pangan.

“Program Bantuan Pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata dia.

(NIA DEVIYANA)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar