Israel Siap Lanjutkan Perang Lawan Iran, Tunggu Lampu Hijau dari AS

- Jumat, 24 April 2026 | 03:15 WIB
Israel Siap Lanjutkan Perang Lawan Iran, Tunggu Lampu Hijau dari AS

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, baru saja mengeluarkan pernyataan yang cukup keras. Katanya, pihaknya sudah siap jika perang melawan Iran harus dilanjutkan. Tapi ada satu syarat yang mereka tunggu: lampu hijau dari Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan video yang dilansir Aljazeera, Jumat (24/4/2026), Katz bilang begini:

"Militer Israel telah siap, baik secara defensif maupun ofensif, dan target-target telah ditandai."

Nada bicaranya cukup tegas. Katz bersikukuh soal keinginannya untuk menghapus dinasti Khamenei. Bahkan dia menyebut sedang menunggu sinyal dari Amerika untuk "mengembalikan Teheran ke Zaman Batu".

"Kami sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat – pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei dan selain itu untuk mengembalikan Iran ke Zaman Kegelapan dan Zaman Batu dengan menghancurkan fasilitas energi dan listrik utama serta membongkar infrastruktur ekonomi nasionalnya," jelasnya.

Dia juga menambahkan ancaman. Serangan lanjutan, menurut Katz, akan jauh lebih mematikan. "Itu akan berbeda dan mematikan," imbuhnya singkat.

Di sisi lain, situasi perundingan soal perang antara AS-Israel dan Iran ini sedang berada di ujung tanduk. Tidak ada kepastian. Meskipun Pakistan sudah coba jadi mediator, hasilnya masih abu-abu. Perang ini sendiri sudah melanda kawasan, menewaskan ribuan orang – terutama di Iran dan Lebanon – dan pastinya mengguncang ekonomi global.

Menariknya, di tengah ketegangan ini, ada kabar soal gencatan senjata.

Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Tapi jangan salah, di saat yang sama dia juga menegaskan bahwa blokade pelabuhan Iran tetap jalan terus. Militer AS tetap menjalankannya.

"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump, dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4).

Nah, respons dari Iran pun datang. Tidak lama setelah pengumuman sepihak Trump itu, Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, angkat bicara. Dan responsnya? Cukup dingin.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata Mohammadi, dilansir CNN.

Dia bahkan mencurigai ada maksud lain di balik keputusan Trump. Menurutnya, perpanjangan yang diumumkan secara sepihak itu hanyalah taktik. Cara AS untuk mengulur waktu sebelum akhirnya melancarkan serangan mendadak ke wilayah Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," katanya.

Jadi, di satu sisi Israel bersiap dengan target yang sudah ditandai, menunggu aba-aba dari Washington. Di sisi lain, Iran justru melihat perpanjangan gencatan senjata sebagai jebakan. Situasi masih panas, dan semuanya bisa berubah kapan saja.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar