MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pesan khusus menyambut bulan suci Ramadan. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Gedung Putih, Selasa (17/2) waktu setempat, Trump mengucapkan harapan terbaik bagi umat Muslim, khususnya di AS, yang akan menjalankan ibadah puasa. Pernyataan ini menekankan nilai-nilai spiritual Ramadan serta komitmen pemerintahannya terhadap kebebasan beragama.
Pesan Resmi dari Gedung Putih
Ucapan Presiden Trump tersebut disiarkan secara formal melalui situs resmi Gedung Putih. Pernyataan itu dirilis tepat pada hari Selasa, memberikan salam resmi dari pemerintahan kepada komunitas Muslim yang akan memulai ibadah di bulan penuh berkah.
Dalam pernyataannya, Trump menyampaikan rasa hormat yang mendalam terhadap makna Ramadan. "Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik saya kepada semuanya yang merayakan Ramadan," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan menggambarkan esensi bulan suci tersebut. "Setiap Ramadan merupakan musim yang penuh penghormatan akan pembaruan spiritual, meditasi reflektif, dan apresiasi atas berkah Tuhan yang tak terhitung jumlahnya," jelas Trump.
Penekanan pada Nilai dan Kebebasan Beragama
Pesan presiden tidak hanya berfokus pada aspek spiritual individu, tetapi juga pada dampak sosialnya bagi masyarakat Amerika. Trump menilai Ramadan sebagai periode yang memperkuat ikatan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Masa ini suci bagi banyak warga Amerika, yang menekankan doa dan puasa, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta menegaskan nilai-nilai bersama tentang kasih sayang, amal, belas kasihan, dan kerendahan hati," imbuhnya.
Lebih jauh, pernyataan itu secara tegas menyentuh prinsip konstitusional yang menjadi fondasi negara. Trump menegaskan komitmen pemerintahannya untuk melindungi hak setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya.
Dengan penekanan yang jelas, ia menuturkan, "Hak yang diberikan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri khas bangsa kita dan pilar kemakmuran serta kekuatan kita. Karena alasan ini, setiap hari, pemerintahan saya memastikan bahwa semua warga negara dapat menjalankan keyakinan mereka, mengikuti hari nurani mereka, dan beribadah secara bebas -- karena kebebasan beragama berarti kebebasan untuk menjalankan agama Anda dengan bangga dan tanpa takut akan penganiayaan."
Artikel Terkait
Polda Jabar Musnahkan 28,9 Kg Sabu dan Ribuan Knalpot Brong Menyambut Ramadan
Polres Bogor Bersihkan dan Pasang CCTV di 36 Masjid Sambut Ramadan
Polrestabes Semarang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pemalsuan SIM Bus Cahaya Trans
Pria Mabuk Diamankan Usai Tusuk Korban Saat Cekcok di Duren Sawit