Polisi dan Istri Menyamar, Gagalkan Aborsi di Klinik Puncak

- Jumat, 09 Januari 2026 | 21:25 WIB
Polisi dan Istri Menyamar, Gagalkan Aborsi di Klinik Puncak

Polisi berhasil menggagalkan upaya aborsi yang hendak dilakukan sepasang kekasih di kawasan Puncak, Bogor. Operasi ini melibatkan penyamaran, dengan seorang perwira polisi bahkan melibatkan istrinya sendiri untuk mencegah tindakan tersebut.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, lagi-lagi tampil dalam peran penyamaran. Kali ini, dia tak sendirian. Untuk menghentikan rencana pasangan itu, Edison mengajak seorang polwan dan istrinya sendiri ikut serta dalam penyelidikan.

Rencana awalnya, mereka mau menyuruh seorang polwan untuk menyamar sebagai dokter kandungan. Tapi, rencana itu ketahuan. Pria yang dihubungi, berinisial A, ternyata sudah curiga.

Karena itu, mereka langsung berganti strategi. "Tidak ingin kehilangan waktu, saya bersama istri serta tim operasional Polsek Cileungsi langsung bergerak menuju lokasi sesuai titik yang diterima," kata Edison, Jumat (9/1/2026).

"Kemudian mendatangi salah satu dokter kandungan dan menyamar sebagai pasien," lanjutnya.

Edison dan istrinya pun berpura-pura menjadi pasien yang butuh konsultasi. Dengan cara itu, mereka akhirnya bisa mendekati lokasi tanpa menimbulkan kecurigaan.

Dialog yang Mengubah Pikiran

Di ruang tunggu klinik itulah mereka menemukan pasangan yang dimaksud. Melihat gelagatnya, niat untuk menggugurkan kandungan memang kuat. Tapi, polisi tak serta merta menangkap. Pendekatan persuasif lebih dulu dilakukan, dan ternyata berhasil.

Menariknya, sebelum sampai ke klinik, pasangan ini sempat mencoba cara lain. "Bahkan, sebelum mendatangi dokter kandungan, keduanya sempat membeli obat dan telah mengonsumsinya. Namun obat tersebut tidak bereaksi," ungkap Edison.

Kedua kekasih itu kemudian dibawa ke Polsek Cileungsi. Tujuannya bukan untuk langsung diproses hukum, melainkan untuk diajak bicara dari hati ke hati. Hasilnya? Mereka akhirnya mengurungkan niatnya.

Yang lebih penting, mereka sepakat untuk merawat janin tersebut. "Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir," beber Kapolsek.

Jadi, alih-alih berakhir dengan penangkapan, operasi ini justru ditutup dengan sebuah komitmen baru. Sebuah penyelesaian yang, meski tak biasa, setidaknya memberi harapan bagi calon bayi yang sempat terancam.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar