Soal rincian penggunaan dana, manajemen merincinya. Sebagian akan dipakai melunasi utang SMD ke Bank Maybank Indonesia sebesar Rp252 miliar. Lalu, ada juga pelunasan sebagian utang perseroan ke Bank Danamon Indonesia senilai Rp400 miliar.
Nah, terkait harga jual Rp2,44 triliun itu, APLN menegaskan bahwa angka itu sudah termasuk PPN. Pembayarannya pun dilakukan sekaligus, bersamaan dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Menurut mereka, penentuan harga itu sudah wajar. Mereka mempertimbangkan kondisi pasar properti saat ini, karakteristik aset, dan tentu saja hasil negosiasi yang dilakukan secara independen.
“Perseroan menilai bahwa harga transaksi tersebut telah mencerminkan nilai wajar aset dan tidak merugikan kepentingan perseroan maupun pemegang saham,” kata manajemen.
Sebelum dilepas, bagaimana kinerja SMD selaku pemilik mall? Hingga 30 September 2025, total pendapatan SMD tercatat Rp343,74 miliar. Angka ini datang dari penjualan apartemen, kondominium, dan perkantoran (Rp199,78 miliar), pendapatan sewa Mall Deli Park (Rp138,77 miliar), serta pendapatan lain-lain.
Laba bersihnya mencapai Rp24,63 miliar. Namun begitu, dampak penjualan mall ini terhadap pendapatan dan laba SMD ke depannya masih sedang dihitung. Proses penyusunannya masih berjalan.
Artikel Terkait
IHSG Naik 1,41%, Saham Bank Artha Graha (INPC) Melonjak 32,67%
IHSG Melonjak 1,41% ke 7.440,91 Didorong Aksi Beli Luas
Progres Jalan West Residence IKN Lampaui Target, Capai 65,8 Persen
FITT Batalkan Akuisisi Poseidon Shipping Usai Pertimbangan Jangka Panjang